MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) segera mengaktifkan posko darurat untuk merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Nyiur Melambai, Kamis pagi (2/4/2026).
Langkah cepat ini merupakan arahan langsung Gubernur Yulius Selvanus Komaling guna mengantisipasi dampak lanjutan dan memastikan penanganan darurat berjalan efektif.
Gubernur juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Menteri Dalam Negeri RI.
Saat ini, pendataan masih berlangsung di 15 kabupaten/kota terdampak, dan laporan lanjutan akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.
Pemprov memastikan bantuan bagi korban meninggal serta percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Pemerintah akan bergerak cepat untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif dan pemulihan segera dilakukan,” tegas Gubernur Yulius.
Hingga kini, tercatat satu korban jiwa di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
BMKG melaporkan pusat gempa berada di laut, sekitar 129 km tenggara Kota Bitung.
Guncangan sempat memicu peringatan dini tsunami dengan kenaikan permukaan air terdeteksi di Halmahera Barat (0,3 meter) dan Bitung (0,2 meter).













