Berita Sulut

Investasi SDM, Pemprov Sulut Beri Beasiswa Kedokteran Unima untuk 50 Siswa Utusan Daerah

×

Investasi SDM, Pemprov Sulut Beri Beasiswa Kedokteran Unima untuk 50 Siswa Utusan Daerah

Sebarkan artikel ini
Sekprov Sulut Tahlis Gallang (Tengah) saat memimpin Rakor Teknis beasiswa Kedokteran Unima bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Unima di Manado, Kamis (14/5/2026).
Sekprov Sulut Tahlis Gallang (Tengah) saat memimpin Rakor Teknis beasiswa Kedokteran Unima bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Unima di Manado, Kamis (14/5/2026). Foto: Diskominfo Pemprov Sulut.

MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) resmi memperkuat komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan dengan membuka program beasiswa khusus Program Studi Kedokteran di Universitas Negeri Manado (Unima).

Sebanyak 50 kuota beasiswa disiapkan bagi putra-putri terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sulut.

Program strategis ini bertujuan untuk mencetak tenaga medis yang berakar dari daerah masing-masing guna pemerataan akses kesehatan di Bumi Nyiur Melambai.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Yulius Selvanus.

Fokus utamanya adalah memastikan setiap daerah memiliki keterwakilan di bangku pendidikan kedokteran.

Baca Juga:  Yulius Selvanus Dorong Pemuda GMKI Makassar Siap Sambut Indonesia Emas 2045

“Instruksi Bapak Gubernur sangat jelas: harus ada dokter dari tiap daerah. Awalnya direncanakan untuk umum, namun demi keadilan akses, setiap Kabupaten/Kota mendapatkan jatah masing-masing tiga orang yang seluruh biayanya ditanggung Pemerintah Provinsi,” ujar Tahlis dalam Rapat Koordinasi Teknis di Manado, Kamis (14/5/2026).

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan kekurangan tenaga medis spesifik di wilayah pelosok.

Dengan menyekolahkan siswa asli daerah, diharapkan setelah lulus mereka memiliki ikatan emosional untuk mengabdi kembali ke tanah kelahiran.

Guna menjaga kualitas dan transparansi lulusan, Unima tidak bergerak sendiri.

Baca Juga:  Empat Prioritas Gubernur Yulius: Pendidikan, Kesehatan, Tenaga Kerja dan Lingkungan

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unima, Prof. dr. Donal Matheos Ratu, mengungkapkan bahwa proses seleksi akan melibatkan penguji dari Universitas Brawijaya (UB).

Sistem seleksi dirancang dengan mekanisme kompetisi internal daerah:

Setiap Kabupaten/Kota merekomendasikan 10 siswa terbaik dengan prestasi akademik unggul.

Prioritas diberikan kepada siswa yang menguasai mata pelajaran eksakta: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Hasil seleksi akan menyaring 3 besar dari masing-masing daerah untuk dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa penuh.

“Rencananya akhir bulan ini akan dilakukan seleksi. Kami mengimbau pemerintah daerah benar-benar teliti dalam memberikan rekomendasi agar siswa yang dikirim adalah mereka yang secara kapasitas siap menempuh pendidikan kedokteran yang cukup berat,” tegas Prof. Donal.

Baca Juga:  Menteri Fadli Zon Kunjungi Sulut, Gubernur Yulius Dorong Revitalisasi Warisan Budaya

Cara Pendaftaran dan Jadwal

Pemerintah mengimbau para siswa dan orang tua untuk memantau kanal informasi resmi. Pendaftaran dan pengunggahan dokumen persyaratan dilakukan secara daring melalui portal resmi Unima.

Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan penuh hingga selesai, sebagai bagian dari upaya besar Pemprov Sulut dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui sektor pendidikan dan kesehatan.