MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menghadiri dialog kepemudaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar, Kamis (26/3/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pengabdian total dan kesiapan generasi muda menghadapi era Indonesia Emas 2045.
Di hadapan ratusan kader GMKI, Yulius berbagi pengalaman perjalanan kariernya dari dunia militer hingga pemerintahan. Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam setiap penugasan adalah semangat mengabdi.
“Di mana pun kita ditempatkan, yang harus dikedepankan adalah pengabdian dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.
Gubernur juga mengutip pesan klasik Sun Tzu tentang mengenal diri dan lingkungan sebagai strategi menghadapi tantangan global.
Menurutnya, pemuda harus mawas diri, memahami potensi, sekaligus membaca dinamika zaman agar mampu bersaing.
Pesan ini relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah memasuki bonus demografi. Data BPS menunjukkan bahwa pada 2030–2040, sekitar 70% penduduk berada di usia produktif.
Yulius menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas diri, agar pemuda tidak sekadar menjadi penonton, melainkan penggerak pembangunan.
Dialog berlangsung khidmat, diwarnai antusiasme peserta yang aktif berdiskusi mengenai peran pemuda dalam pembangunan daerah dan nasional.
Sejumlah kader GMKI menilai pesan Gubernur memberi dorongan moral sekaligus arah strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata.
“Anak muda adalah harapan bangsa. Persiapkan diri kalian dari sekarang, kembangkan kualitas kompetitif agar peran sebagai pendorong pembangunan dapat dimainkan secara maksimal demi kemajuan Indonesia,” tutup Yulius.













