MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menyalurkan 46 ekor sapi kurban kepada masyarakat muslim di 15 kabupaten/kota se-Sulut dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 H, Senin (25/5/2026).
Penyerahan hewan kurban dilakukan langsung oleh Gubernur Yulius di halaman belakang Kantor Gubernur Sulut.
Bantuan ini terdiri dari 30 ekor sapi yang bersumber dari APBD Pemprov Sulut serta 16 ekor sapi bantuan Presiden RI.
Program tahunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi pemerintah daerah untuk memperkuat toleransi, kepedulian sosial, dan harmoni antarumat beragama di Bumi Nyiur Melambai.
Menurut Gubernur Yulius, jumlah bantuan kurban setiap tahun bersifat dinamis, menyesuaikan anggaran daerah dan harga pasar. “Tahun ini ada pengurangan karena harga sapi naik,” jelasnya.
Meski jumlah berkurang, distribusi dilakukan selektif agar tepat sasaran. Bantuan diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk wilayah pelosok dan kepulauan.
“Besok saya serahkan satu ke Bolmong, sapi kurban dari Presiden. Prioritas diberikan ke daerah yang masyarakatnya kurang mampu,” tegas Yulius.
Distribusi mencakup masjid dan pengurus Badan Takmir Masjid (BTM) di berbagai daerah, mulai dari Kota Manado, Minahasa, Bitung, Tomohon, Bolmong Raya, hingga Sangihe dan Talaud.
Beberapa titik penyerahan strategis antara lain Masjid Raya Ahmad Yani Manado, Masjid Al Hikmah Tondano, Masjid Nurul Insan Kotamobagu, dan Masjid Nurul Jihad Talaud.
Program ini mendapat apresiasi dari tokoh agama dan masyarakat. Mereka menilai kebijakan tersebut membantu warga kurang mampu agar tetap dapat merayakan Idul Adha dengan khidmat dan penuh kebahagiaan.
Penyaluran hewan kurban oleh Pemprov Sulut menjadi simbol nyata toleransi di daerah yang dikenal majemuk. Kehadiran bantuan dari Presiden RI juga memperkuat sinergi pusat-daerah dalam menjaga kesejahteraan umat.
Di tengah kenaikan harga sapi, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap menghadirkan rasa kebersamaan.













