MANADO – Kinerja pembangunan manusia di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan lompatan impresif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Nyiur Melambai tahun 2025 sukses menembus angka 76,32.
Capaian ini mengantarkan Sulawesi Utara masuk dalam jajaran 10 besar provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia. Posisi tersebut sekaligus mengukuhkan Sulut sebagai provinsi dengan kualitas pembangunan manusia terbaik di seluruh Pulau Sulawesi.
Dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 75,68, IPM Sulut naik signifikan sebesar 0,64 poin. Peningkatan ini didorong oleh membaiknya akses layanan pendidikan, kesehatan, serta penguatan daya beli masyarakat.
Kemajuan sektor kesehatan terlihat dari Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Sulawesi Utara yang kini menyentuh 74,44 tahun. Sektor pendidikan juga menunjukkan tren positif yang serupa.
BPS mencatat Harapan Lama Sekolah (HLS) di Sulut kini meningkat menjadi 12,98 tahun. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat telah mencapai angka 9,91 tahun.
Peningkatan sektor makro ini berjalan beriringan dengan naiknya pengeluaran riil per kapita masyarakat. Kombinasi faktor tersebut menjadi indikator kuat bahwa taraf hidup warga Sulut semakin sejahtera.
Prestasi pembangunan ini merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Saat ini, sudah tidak ada lagi kabupaten atau kota di provinsi ini yang berada di bawah kategori IPM tinggi.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menjadi daerah terakhir yang berhasil naik kelas ke kategori tinggi, setelah sebelumnya bertahan di kategori sedang.
Di sisi lain, Kota Manado masih mempertahankan posisinya sebagai wilayah dengan capaian IPM tertinggi di Sulut, disusul oleh Kota Tomohon di peringkat kedua.
Pencapaian ini menjadi modal penting bagi Sulawesi Utara untuk bersaing di tingkat nasional. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga konsistensi layanan publik dan memperluas kesempatan ekonomi secara merata.












