Berita Sulut

Gubernur Yulius Resmikan Unit Hemodialisis RSMN Bitung

Sulutplus.News - 

×

Gubernur Yulius Resmikan Unit Hemodialisis RSMN Bitung

Sebarkan artikel ini
Gubernur Yulius Selvanus didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus dan jajaran pejabat terkait saat menyapa langsung serta meninjau kondisi salah satu pasien yang tengah mendapatkan perawatan di Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD RSMN Bitung, Senin (6/7/2026).
Gubernur Yulius Selvanus didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus dan jajaran pejabat terkait saat menyapa langsung serta meninjau kondisi salah satu pasien yang tengah mendapatkan perawatan di Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD RSMN Bitung, Senin (6/7/2026). Foto: Diskominfo Pemprov Sulut

Ringkasan Berita:

  • Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis di RSMN Tipe C Bitung untuk memangkas antrean 180 pasien cuci darah.
  • Pemprov Sulut berkomitmen mengawal peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C guna mengakomodasi kebutuhan 217 ribu penduduknya.
  • Sektor kesehatan yang kuat turut mendongkrak Angka Harapan Hidup Sulut hingga mencapai 74,44 tahun, yang merupakan angka tertinggi di seluruh Pulau Sulawesi.

BITUNG – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Tipe C Bitung pada Senin (6/7/2026).

Peresmian ini ditujukan untuk memperluas akses penanganan medis khusus cuci darah bagi masyarakat Kota Bitung dan sekitarnya.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan terapi pengganti ginjal di wilayah tersebut. Saat ini, tercatat ada sekitar 180 pasien yang masuk dalam daftar antrean di RSMN Bitung.

Baca Juga:  Kotamobagu Penyumbang Inflasi Tertinggi di Sulut Per Juli 2025

Untuk memangkas waktu tunggu pelayanan dan menekan risiko mortalitas, Gubernur Yulius menyerahkan empat unit alat hemodialisis baru.

Penambahan infrastruktur medis ini melengkapi bantuan operasional berupa dua unit mobil ambulans yang telah diserahkan pada kunjungan sebelumnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas yang memadai merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah.

Ia menggarisbawahi tiga prinsip utama pelayanan publik yang wajib diimplementasikan di seluruh jejaring kesehatan Provinsi Sulut.

“Kita ingin pelayanan kesehatan memiliki tiga prinsip utama, yaitu cepat, dekat, dan bermutu. Cepat supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Dekat agar pelayanan mudah dijangkau dan biaya mobilitas warga bisa ditekan. Serta bermutu, sehingga seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali memperoleh standar layanan medis terbaik,” ujar Gubernur Yulius.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Percepatan Belanja Publik Jelang Natal 2025

Merespons aspirasi Pemerintah Kota Bitung mengenai keterbatasan daya tampung fasilitas kesehatan, Gubernur Yulius menyatakan kesiapan Pemprov Sulut untuk mendorong peningkatan status RSUD Kota Bitung.

Fasilitas yang saat ini berkategori Tipe D ditargetkan segera naik kelas menjadi Tipe C melalui koordinasi ke Kementerian Kesehatan.

Gubernur menilai peningkatan kapasitas rumah sakit umum daerah sudah menjadi urgensi yang tidak dapat ditunda lagi. Hal ini didasarkan pada jumlah penduduk Kota Bitung yang telah mencapai sekitar 217 ribu jiwa serta statusnya sebagai kota strategis.

Selain itu, Pemprov Sulut berkomitmen menyetarakan akselerasi pembangunan infrastruktur kesehatan di wilayah perkotaan seiring dengan rencana pembangunan rumah sakit daerah baru di berbagai kabupaten.

Beberapa wilayah tersebut meliputi Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Timur.

Komitmen peningkatan layanan kesehatan publik ini sejalan dengan tren positif dalam capaian makro pembangunan manusia di Provinsi Sulut.

Baca Juga:  JRBM Gelar Pelatihan Menulis: Merangkai Kata, Merawat Lingkungan

Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara berada pada angka 76,32.

Salah satu indikator penopang utamanya adalah Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Sulut yang kini menyentuh 74,44 tahun.

Angka ini menjadi yang tertinggi di seluruh Pulau Sulawesi dan membuat Pemerintah Pusat memberikan apresiasi fiskal berupa dana insentif sebesar Rp3 miliar kepada Pemprov Sulut.

Menutup rangkaian peresmian, Gubernur Yulius mengingatkan tantangan geografis Sulawesi Utara sebagai daerah kepulauan dengan 382 pulau.

Mengingat 18 persen populasi bermukim di wilayah kepulauan, Pemprov Sulut terus mengoptimalkan inovasi Layanan Kesehatan Bergerak (Mobile Health Service) demi memastikan jangkauan medis yang merata hingga ke beranda terluar provinsi.