Berita Sulut

Gubernur Yulius Selvanus Terima Persetujuan RTRW, Pembangunan Lebih Pasti

×

Gubernur Yulius Selvanus Terima Persetujuan RTRW, Pembangunan Lebih Pasti

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menerima langsung persetujuan substansi RTRW dari Menteri ATR/BPN Nurson Wahid di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Penyerahan ini menandai kepastian hukum tata ruang sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara. Foto: Diskominfo Pemprov Sulut.
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menerima langsung persetujuan substansi RTRW dari Menteri ATR/BPN Nurson Wahid di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Penyerahan ini menandai kepastian hukum tata ruang sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara. Foto: Diskominfo Pemprov Sulut.

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi menerima persetujuan substansi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Dokumen ini menjadi pijakan hukum penting bagi arah pembangunan daerah sekaligus memperkuat iklim investasi berkelanjutan.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Menteri ATR/BPN Nurson Wahid kepada Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri pimpinan DPRD Sulut, Panitia Khusus RTRW, serta pejabat eselon II terkait.

Baca Juga:  Cek Bansos PKH 2025: Harapan Digital di Tengah Tantangan Nyata Warga Sulut

Proses penyusunan RTRW Sulut telah berlangsung sejak 2019 melalui tahapan pembahasan, evaluasi teknis, dan koordinasi lintas kementerian.

Menteri ATR/BPN menekankan pentingnya percepatan penyelarasan RTRW provinsi dengan RTRW kabupaten/kota. Dari 15 daerah di Sulut, baru tiga yang menetapkan Peraturan Daerah tentang RTRW.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Hadiri Pra Natal Pemkot Bitung, Tekankan Harmoni dan Kebersamaan

Setelah persetujuan substansi diterima, Pemprov Sulut akan melanjutkan ke tahap penetapan bersama DPRD melalui rapat paripurna yang dijadwalkan 24 Februari 2026.

“Persetujuan ini adalah tonggak penting. Kami berkomitmen memastikan RTRW menjadi pedoman pembangunan yang berkelanjutan, berpihak pada masyarakat, dan ramah lingkungan,” tegas Gubernur.

RTRW ini diharapkan mampu mengurangi konflik pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Baca Juga:  Rakor Kesiapsiagaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Keselamatan Warga

Dengan adanya kepastian hukum tata ruang, Sulut kini memiliki pijakan kuat untuk mengatur pemanfaatan ruang, termasuk kawasan lindung, kawasan industri, dan zona pariwisata.

Hal ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat dan investor bahwa pembangunan daerah akan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.