Berita Boltim

Usai Klarifikasi LHKPN di KPK, Sam Sachrul Mamonto Berpesan Masyarakat Boltim Jangan Terprovokasi Isu di Medsos

×

Usai Klarifikasi LHKPN di KPK, Sam Sachrul Mamonto Berpesan Masyarakat Boltim Jangan Terprovokasi Isu di Medsos

Sebarkan artikel ini

sulutplus.news, BOLTIM – Klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara atau LHKPN Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sam Sachrul Mamonto di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah selesai dilakukan.

Menurut Sam Sachrul Mamonto, dalam klarifikasi LHKPN dirinya mendapat beberapa pertanyaan dari penyidik KPK.

“Benar tadi saya sudah mengisi formulir dan melakukan klarifikasi, di bagian klarifikasi LHKPN,” kata Sam Sachrul Mamonto via WhatsApp, Rabu, 17 Mei 2023.

Baca Juga:  Dukung Dewi Athena di Final STEM Nasional, Oskar Manoppo Beri Pesan Penting untuk Anak-anak Boltim

Kata Sam Sachrul Mamonto, pemeriksaan LHKPN sangat baik dan penting untuk dilakukan setiap warga negara terlebih khusus pejabat negara.

“Tentu pemeriksaan ini baik, sebab KPK memiliki metode sendiri dalam melakukan klarifikasi dan ini membuat kami mengerti bahwasanya pelaporan LHKPN menjadi sangat penting untuk pejabat Negara,” terang Sam Sachrul Mamonto.

Dalam klarifikasi lanjut Sam Sachrul Mamonto, beberapa aset yang sudah dihapus tapi muncul dalam pelaporan LHKPN-nya tahun 2022. Sehungga kembali diperbaiki.

Baca Juga:  Sam Sachrul Mamonto Lantik Empat Pejabat Eselon III Pemkab Boltim

“Jadi kalau ada aset yang di jual harus di lengkapi dengan bukti jual beli, begitu juga kalau ada aset yang bertambah harus di lengkapi dokumennya serta sumber perolehannya,” jelas Sachrul.

Sam Sachrul Mamonto berharap, dengan penjelasan yang telah disampaikan dapat membantu KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Boltim agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi berbagai komentar miring di media sosial (Medsos) karena membuang energi.

Baca Juga:  Resmi Terima SK, Berikut Tugas, Fungsi dan Besaran Gaji Tenaga Ahli Bupati Oskar Manoppo

“Pasti semakin tinggi pohon semakin kencang di hantam angin, jadi kalau tidak mau di hantam angin, maka jadilah rumput, tapi harus rela terinjak injak, hidup ini pilihan dan semua jabatan memiliki resiko,” tandas mantan ketua KPU Bolaang Mongondow.