BOLTIM, SULUTPLUS.NEWS – Kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di Kecamatan Modayag pada Kamis, 30 Oktober 2025, berubah tegang setelah Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Sumaiku menyampaikan kekecewaan atas absennya sebagian besar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutan resminya, Oskar menegaskan bahwa ketidakhadiran kepala OPD akan menjadi bahan evaluasi kinerja akhir tahun.
“Kalau tidak turun langsung ke lapangan, bagaimana bisa tahu kebutuhan masyarakat?,” ujarnya dengan nada kecewa.
Wakil Bupati Argo Sumaiku menambahkan, kedisiplinan adalah cerminan komitmen terhadap pelayanan publik.
“Ketidakhadiran tanpa alasan jelas menunjukkan kurangnya tanggung jawab,” tambah Argo.
Agenda bertujuan meninjau pembangunan jalan desa, fasilitas kesehatan, dan distribusi bantuan sosial, hanya dihadiri 18 orang dari 32 pimpinan OPD di Boltim.
Beberapa pejabat disebut berada di luar daerah tanpa pemberitahuan resmi.
Menurut data dari Sekretariat Daerah, evaluasi kinerja OPD telah dimulai sejak Juli 2025 dan akan menjadi dasar rotasi atau pergantian jabatan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Boltim berencana menerapkan sistem absensi digital berbasis aplikasi untuk setiap kegiatan lapangan.
Langkah ini diharapkan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan program daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim, Moh. Iksan Pangalima, menyebut sistem ini akan mulai diuji coba pada triwulan pertama 2026. “Kami ingin memastikan kehadiran pejabat bisa dipantau secara real-time,” ujarnya. (*)













