Berita Boltim

Oskar Manoppo Siapkan Lahan Sekolah Terintegrasi di Boltim

×

Oskar Manoppo Siapkan Lahan Sekolah Terintegrasi di Boltim

Sebarkan artikel ini
Bupati Boltim Oskar Manoppo bersama jajaran kepala daerah dan perwakilan Kemendikbud dalam penandatanganan komitmen bersama transformasi pendidikan di Sulawesi Utara.
Bupati Boltim Oskar Manoppo bersama jajaran kepala daerah dan perwakilan Kemendikbud dalam penandatanganan komitmen bersama transformasi pendidikan di Sulawesi Utara. Foto: Diskominfo Boltim.

MANADO – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, SE, MM, menyatakan kesiapannya mendukung program sekolah terintegrasi dan penguatan infrastruktur digital di wilayahnya.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam agenda Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Sulawesi Utara 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Jumat (27/2/2026).

“Pendidikan adalah investasi strategis. Kami di Boltim siap berkolaborasi total, baik dalam penguatan kapasitas guru maupun pemenuhan sarana fisik,” ujar Oskar Manoppo saat dikonfirmasi usai acara.

Baca Juga:  Selesaikan Persoalan Sampah di TPSS Tutuyan, Oskar Manoppo Kerahkan Excavator 

Menurutnya, sekolah satu atap (SD hingga SMA) di tingkat kecamatan akan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pelosok Boltim, sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala geografis.

Sementara itu, Mewakili Menteri Pendidikan RI, Widyaprada Ahli Utama Abdul Kahar memaparkan bahwa pemerintah pusat menargetkan revitalisasi 60.000 sekolah di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026.

Baca Juga:  Bupati Boltim Tegaskan Komitmen Antikorupsi di Rakor KPK: “Integritas Adalah Benteng Pertama”

Fokus utama pembangunan meliputi pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) sebanyak 4 unit per sekolah untuk menunjang pembelajaran multimedia. Selain itu, pemerintah mendorong perluasan akses melalui program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Infrastruktur digital harus berbanding lurus dengan kualitas pengajaran. Kami ingin transformasi ini menyentuh akar rumput,” tegas Abdul Kahar di hadapan para kepala daerah se-Sulut.

Secara kontekstual, tantangan di Sulawesi Utara seringkali terletak pada disparitas fasilitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Baca Juga:  Pemdes Sumber Rejo Salurkan BLT DD Tahap II

Program sekolah terintegrasi di 7.281 kecamatan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pemerataan kualitas SDM.

Penandatanganan komitmen bersama oleh kepala daerah se-Sulut ini menandai langkah konkret dalam menyongsong Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.