MANADO – Cap Go Meh 2577 Kongzili di Manado, Selasa (3/3/2026), menjadi ajang kebersamaan ribuan warga lintas etnis dan agama.
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, hadir langsung di tengah keramaian, menegaskan bahwa semangat toleransi dan persatuan adalah fondasi utama pembangunan daerah.
Dalam wawancara, Yulius menyampaikan bahwa pengalaman memimpin provinsi yang plural telah membentuk karakter kepemimpinannya.
“Saya dipercaya rakyat untuk menjaga keberagaman. Semangat Torang Samua Basudara adalah fondasi kehidupan sosial kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perayaan budaya bukan sekadar tradisi satu kelompok, melainkan pesta rakyat yang memperkuat toleransi dan persatuan.
Sulut dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan antarumat beragama yang tinggi.
Data Kementerian Agama tahun 2025 menunjukkan indeks kerukunan di Sulut berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menjadi modal penting dalam menarik investasi dan menjaga stabilitas sosial.
Yulius menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan keharmonisan dengan menggandeng tokoh masyarakat, aparat, dan pemangku kepentingan.
“Sulawesi Utara harus menjadi provinsi yang aman, rukun, dan makmur. Setiap warga harus merasakan manfaat pembangunan secara adil,” tegasnya.
Perayaan Cap Go Meh di Manado bukan hanya simbol budaya Tionghoa, tetapi juga ruang interaksi sosial lintas etnis dan agama.
Kehadiran gubernur memperkuat pesan bahwa keberagaman adalah aset strategis daerah. Dengan stabilitas sosial, Sulut berpotensi meningkatkan daya tarik wisata dan investasi, terutama di sektor pariwisata budaya.













