Berita Sulut

Cap Go Meh Manado 2026: Gubernur Yulius Tekankan Toleransi

Sulutplus.News - 

×

Cap Go Meh Manado 2026: Gubernur Yulius Tekankan Toleransi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, hadir dalam perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Manado, Selasa (3/3/2026). Kehadirannya di tengah ribuan warga menegaskan komitmen menjaga toleransi, persatuan, dan semangat Torang Samua Basudara sebagai fondasi pembangunan daerah.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, hadir dalam perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Manado, Selasa (3/3/2026). Kehadirannya di tengah ribuan warga menegaskan komitmen menjaga toleransi, persatuan, dan semangat Torang Samua Basudara sebagai fondasi pembangunan daerah. Foto: Diskominfo Pemprov Sulut.

MANADO – Cap Go Meh 2577 Kongzili di Manado, Selasa (3/3/2026), menjadi ajang kebersamaan ribuan warga lintas etnis dan agama.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, hadir langsung di tengah keramaian, menegaskan bahwa semangat toleransi dan persatuan adalah fondasi utama pembangunan daerah.

Dalam wawancara, Yulius menyampaikan bahwa pengalaman memimpin provinsi yang plural telah membentuk karakter kepemimpinannya.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Serahkan Huntap Pengungsi Gunung Ruang di Bolsel  

“Saya dipercaya rakyat untuk menjaga keberagaman. Semangat Torang Samua Basudara adalah fondasi kehidupan sosial kita,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perayaan budaya bukan sekadar tradisi satu kelompok, melainkan pesta rakyat yang memperkuat toleransi dan persatuan.

Sulut dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan antarumat beragama yang tinggi.

Data Kementerian Agama tahun 2025 menunjukkan indeks kerukunan di Sulut berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menjadi modal penting dalam menarik investasi dan menjaga stabilitas sosial.

Baca Juga:  Andhika Baramuli Dilantik Pimpin PERBATI Sulut, Targetkan Kebangkitan Tinju Lokal

Yulius menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan keharmonisan dengan menggandeng tokoh masyarakat, aparat, dan pemangku kepentingan.

“Sulawesi Utara harus menjadi provinsi yang aman, rukun, dan makmur. Setiap warga harus merasakan manfaat pembangunan secara adil,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemprov Sulut Dorong WPR Sebagai Solusi Atasi Tambang Ilegal

Perayaan Cap Go Meh di Manado bukan hanya simbol budaya Tionghoa, tetapi juga ruang interaksi sosial lintas etnis dan agama.

Kehadiran gubernur memperkuat pesan bahwa keberagaman adalah aset strategis daerah. Dengan stabilitas sosial, Sulut berpotensi meningkatkan daya tarik wisata dan investasi, terutama di sektor pariwisata budaya.