Berita PolitikBerita Sulut

Muswil PKB Sulut Tekankan Toleransi, Gubernur Yulius Selvanus Apresiasi Kerukunan

×

Muswil PKB Sulut Tekankan Toleransi, Gubernur Yulius Selvanus Apresiasi Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Para pengurus PKB Sulut bersama jajaran DPP PKB dan Gubernur Yulius Selvanus berfoto di panggung Muswil PKB Sulut 2025 di Swiss‑Belhotel Manado. Kegiatan ini menegaskan komitmen terhadap toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulut.
Para pengurus PKB Sulut bersama jajaran DPP PKB dan Gubernur Yulius Selvanus berfoto di panggung Muswil PKB Sulut 2025 di Swiss‑Belhotel Manado. Kegiatan ini menegaskan komitmen terhadap toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulut.

MANADO – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara yang digelar di Swiss‑Belhotel Manado, Sabtu, 13 Desember 2025, menampilkan kuatnya praktik toleransi di daerah yang dikenal sebagai laboratorium kerukunan nasional.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA dibuka dengan doa Kristen yang dipimpin Pdt. Renata Ticonuwu. Pembukaan tersebut menjadi simbol inklusivitas yang jarang terlihat dalam forum politik di tingkat wilayah.

Sejumlah peserta tampak terharu saat doa dipanjatkan. Salah satu peserta asal Minahasa menyebut momen itu sebagai pengingat bahwa ruang politik dapat menjadi tempat yang merangkul keberagaman.

Baca Juga:  Sulut Tegaskan Komitmen Antikorupsi, Gubernur Yulius Selvanus Dorong Transparansi Digital

Ketua DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa kerukunan merupakan nilai hidup masyarakat Sulawesi Utara.

“Kerukunan bukan slogan. Ini budaya masyarakat Sulut yang setiap hari kita praktikkan,” ujar Yusra dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada umat Nasrani, yang disambut tepuk tangan peserta Muswil.

Muswil yang berlangsung di masa Adven ini dipandang sebagai ruang refleksi nilai kebangsaan. Pesan Natal tentang kasih, perdamaian, dan persaudaraan mengalir dalam rangkaian kegiatan.

PKB Sulut menegaskan komitmen menjadikan keberagaman sebagai kekuatan pembangunan daerah. Salah satu pengurus DPP PKB menyebut perbedaan sebagai modal sosial yang perlu dirawat bersama.

Baca Juga:  Inilah Sejumlah Temuan BPK Sulut atas LKPD Tahun Anggaran 2024, Mulai Proyek Fisik hingga Dana Bos

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, SE, hadir bersama jajaran DPP PKB dan pimpinan Koalisi Merah Putih. Kehadiran mereka memperkuat pesan persatuan lintas partai.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius mengapresiasi suasana Muswil yang inklusif.

“Apa yang dilakukan PKB hari ini mencerminkan karakter masyarakat Sulut: menghormati perbedaan dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Selain agenda organisasi, Muswil berlangsung dalam suasana akrab. Para kader dari berbagai kabupaten/kota saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan mengikuti sesi diskusi lintas daerah.

Baca Juga:  Dukung Toleransi Umat Beragama, Wali Kota Weny Gaib Hadiri Indonesia Menyembah 25 Jam

Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka merasa dihargai dengan atmosfer Muswil yang terbuka.

Seorang kader dari Minahasa Selatan menyebut kegiatan ini sebagai salah satu Muswil paling hangat yang pernah ia ikuti.

Muswil PKB Sulut 2025 tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga penegasan bahwa politik di Sulut dapat berjalan dengan semangat toleransi.

Nilai kerukunan yang menjadi identitas masyarakat Sulut kembali ditegaskan sebagai fondasi kehidupan berpolitik.***