MANADO – Revitalisasi Kolam Renang Ranowangun di kompleks GOR Wolter Mongisidi, Manado, resmi memasuki tahap tender.
Proyek senilai Rp12,9 miliar dari APBD Induk 2026 ini menjadi wujud nyata janji Gubernur Sulut, Yulius Selvanus untuk menghadirkan fasilitas olahraga dan rekreasi air berstandar internasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut, Audy Pangemanan, menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan bertahap sesuai aturan.
“Tidak bisa langsung fisik, ada tahapan resmi yang harus dilalui. Perencanaan sudah selesai Januari–Maret, meliputi survei lapangan, desain teknis, dan RAB. Saat ini masuk tahap lelang fisik April–Mei,” jelas mantan Sekkot Bitung itu.
Tahapan berikutnya mencakup pengerjaan fisik, pengawasan, hingga serah terima. Audy menekankan transparansi proses agar hasil berkualitas dan aman digunakan masyarakat.
“Program ini wujud komitmen Pak Gubernur Yulius Selvanus. Kolam yang puluhan tahun terbengkalai akhirnya disentuh kembali,” tambahnya.
Revitalisasi ini berawal dari kunjungan Gubernur Yulius Selvanus pada Agustus 2025.
Saat itu, kondisi kolam memprihatinkan: air tidak pernah diganti sejak 1999. Gubernur berjanji membangun fasilitas baru, termasuk waterboom, sebagai ruang rekreasi publik.
Langkah awal pembersihan kawasan bahkan menggunakan dana pribadi Gubernur, melibatkan Dispora, Dinas PUPR, dan Kodam XIII/Merdeka.
Revitalisasi Ranowangun menjadi bagian dari visi besar Sulut membenahi fasilitas publik yang lama terabaikan.
Dengan proyek ini, masyarakat diharapkan segera menikmati sarana olahraga dan rekreasi air yang representatif, modern, dan membanggakan.
Revitalisasi Ranowangun bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol kebangkitan fasilitas publik di Sulut.
Selama bertahun-tahun, minimnya perhatian terhadap sarana olahraga membuat masyarakat kehilangan ruang rekreasi yang layak.
Dengan hadirnya kolam renang internasional dan waterboom, Manado berpotensi menjadi destinasi sport tourism baru.







