Boltim, SulutPlus.news – Tiga orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di ruas jalan Desa Lanud, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis pagi, 11 September 2025.
Insiden yang melibatkan mobil Toyota Hilux berwarna putih ini terjadi sekitar pukul 10.30 WITA dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.
Korban dan Kronologi
Kasat Lantas Polres Boltim, AKP Samuel Welly Posumah, mengonfirmasi bahwa tiga penumpang meninggal dunia: Christian Devi Worang (pengemudi), Anita Roring, dan Fila Ngantung.
Satu korban bernama Angel mengalami luka berat dan telah dirujuk ke RSUP Prof. Kandou Manado.
Sementara seorang balita perempuan berusia dua tahun, anak dari Angel, selamat dengan luka ringan.
Menurut keterangan saksi mata yang berada di mobil belakang, kendaraan melaju dari arah Modayag menuju Nuangan.
Saat tiba di ujung Desa Lanud, mobil diduga kehilangan kendali dan terguling ke jurang.
“Mobil sempat tertahan di pohon sebelum akhirnya terguling. Warga langsung turun mengevakuasi,” ujar saksi bernama Yanto, warga Desa Lanud yang turut membantu proses penyelamatan.
Evakuasi dan Penanganan Medis
Evakuasi dilakukan secara spontan oleh warga sekitar yang mendengar suara benturan keras dari arah kebun cengkih.
Para korban dievakuasi ke Puskesmas Nuangan dan RSUD Pobundayan Kotamobagu.
Dua korban meninggal saat dalam perawatan medis. Balita dan ibunya sempat dirawat di Puskesmas sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Penyelidikan dan Faktor Risiko
AKP Samuel Welly menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Namun, kondisi jalan yang menurun tajam dan minim rambu peringatan diduga menjadi faktor pemicu.
“Kami akan melakukan audit jalan dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk evaluasi keselamatan di titik rawan tersebut,” ujarnya.
Respons Warga
Desa Lanud dikenal sebagai jalur penghubung ke area tambang dan wisata pantai di Boltim.
Lalu lintas kendaraan berat dan pribadi cukup padat, terutama di pagi hari. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur dan menambah rambu-rambu keselamatan.
“Sudah sering terjadi kecelakaan di tikungan itu. Kami minta perhatian serius,” kata Kepala Desa Lanud, Esra Rumengan, saat diwawancarai di lokasi kejadian. (*)













