Berita SulutHukum & Kriminal

Dugaan Korupsi PT HWR Ratatotok: Kejati Sulut Geledah 4 Toko Emas, Temukan Emas Batangan Tanpa Segel Antam

Sulutplus.News - 

×

Dugaan Korupsi PT HWR Ratatotok: Kejati Sulut Geledah 4 Toko Emas, Temukan Emas Batangan Tanpa Segel Antam

Sebarkan artikel ini
Asisten Intelijen Kejati Sulut, Ery Yudianto, menunjukkan bukti emas batangan tanpa segel resmi PT Antam dalam konferensi pers terkait dugaan korupsi pengelolaan tambang emas PT HWR Ratatotok
Asisten Intelijen Kejati Sulut, Ery Yudianto, menunjukkan bukti emas batangan tanpa segel resmi PT Antam dalam konferensi pers terkait dugaan korupsi pengelolaan tambang emas PT HWR Ratatotok. Foto: Humas Kejati Sulut

MANADO – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) akhirnya angkat bicara terkait penggeledahan empat toko emas di Manado dan Kotamobagu, Senin (2/3/2026).

Asisten Bidang Intelijen Kejati Sulut, Ery Yudianto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan tambang emas PT Hakian Welem Rumansi (PT HWR) di Ratatotok. Aktivitas ilegal ini diduga merugikan negara sejak 2005 hingga 2025.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Dorong Peremajaan Kelapa untuk Sejahterakan Petani Sulut

“Hasil pemeriksaan terhadap 30 saksi menunjukkan emas hasil tambang dijual ke empat toko emas tanpa melalui jalur resmi,” ujar Ery dalam konferensi pers.

Empat toko emas yang digeledah adalah Toko Bobby, Toko Istana Jewelry, Toko London, dan Toko Haji Murni Plaza di Manado, serta Toko Emas Srikandi di Kotamobagu.

Petugas Kejati Sulut terlihat mengangkat koper hitam yang dijadikan barang bukti saat penggerebekan di sebuah toko emas di Kotamobagu, Senin (2/3/2026).
Petugas Kejati Sulut terlihat mengangkat koper hitam yang dijadikan barang bukti saat penggerebekan di sebuah toko emas di Kotamobagu, Senin (2/3/2026). Foto: SulutPlus.news

Dalam penggeledahan, penyidik menemukan emas batangan tanpa segel resmi PT Antam, yang diduga berasal langsung dari PT HWR.

Baca Juga:  Punya Hubungan Personal dengan Bahlil Lahadalia, Christian Pua Bidik Ketua DPD Golkar Sulut

Menurut Kejati Sulut, praktik penjualan emas ilegal ini telah merugikan perekonomian negara selama dua dekade. Emas yang seharusnya masuk ke kas negara justru beredar di pasar bebas melalui toko-toko tersebut.

Sejumlah emas batangan telah disita sebagai barang bukti, dan dalam waktu dekat penyidik akan menetapkan status tersangka terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Baca Juga:  Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Polres Kotamobagu: Momentum Refleksi Nilai Persatuan

Kasi Penkum Kejati Sulut, Januarius L. Bolitobi, S.H., menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai prosedur hukum. “Penggeledahan dan penyitaan dilakukan untuk memperkuat bukti,” jelasnya.

Terbongkarnya Kasus ini, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Sulawesi Utara, khususnya Ratatotok yang dikenal sebagai kawasan kaya emas.

Selain merugikan negara, praktik penjualan ilegal juga menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat lokal.