Berita Sulut

Sambut Uni Eropa, Gubernur Yulius Dorong Konservasi Laut

Sulutplus.News - 

×

Sambut Uni Eropa, Gubernur Yulius Dorong Konservasi Laut

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Delegasi Uni Eropa dalam jamuan resmi di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, menegaskan komitmen bersama mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi biru.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Delegasi Uni Eropa dalam jamuan resmi di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, menegaskan komitmen bersama mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi biru. Foto: Diskominfo Sulut

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menyambut langsung kunjungan Delegasi Uni Eropa dalam jamuan makan malam resmi di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat, 17 Juli 2025.

Pertemuan ini mempertegas sinergi internasional dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi biru di wilayah Bumi Nyiur Melambai.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Denis Chaibi, bersama para duta besar negara anggota Uni Eropa.

Hadir pula perwakilan pemerintah pusat, KfW Development Bank, serta WCS Indonesia Program yang selama ini menjadi mitra strategis pembangunan daerah.

Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan ini.

Menurutnya, kehadiran para delegasi negara Eropa merupakan kehormatan sekaligus bukti nyata dari komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup global.

Baca Juga:  Sulut–Kochi Perkuat Kerja Sama, Gubernur Hamada Sambut Delegasi Ibu Anik Yulius Selvanus

“Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Yulius dalam sambutannya.

Sulawesi Utara memiliki posisi geografis yang sangat strategis dengan 73 persen wilayahnya berupa perairan.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah menempatkan sektor kelautan sebagai pilar utama pembangunan, yang diselaraskan dengan kebijakan nasional melalui konsep ekonomi biru.

Sebagai langkah konkret perlindungan ekosistem, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan kawasan konservasi perairan seluas 239.373,79 hektare.

Wilayah ini difokuskan untuk melindungi terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut yang menjadi aset penting daerah.

Upaya kelestarian ini didukung oleh pola aktivitas masyarakat lokal.

Baca Juga:  KPK dan Pemprov Sulut Perketat Pengawasan Pertanahan, Tutup Celah Pungli

Mayoritas nelayan di Sulawesi Utara masih mempertahankan penggunaan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan, sehingga ekosistem laut tetap seimbang dan produk perikanan yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi.

Sektor perikanan terbukti menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi Sulawesi Utara.

Pada tahun 2025, realisasi nilai ekspor perikanan daerah ini menembus angka 140 juta dolar Amerika Serikat, dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang tergolong sejahtera di angka 112.

Kemitraan antara Pemprov Sulut, Uni Eropa, KfW Development Bank, WCS Indonesia Program, dan pemerintah pusat sebenarnya telah berjalan sejak tahun 2020.

Program kolaborasi ini berfokus pada konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang kini telah menjangkau 29 desa serta melatih 37 kelompok masyarakat.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Beri Gelar Pahlawan Nasional Kepada Soeharto, ADM: Bukti Kepemimpinan Inklusif 

Kerja sama ini juga berdampak positif pada sektor pariwisata. Salah satu hasilnya adalah kesuksesan Desa Budo yang berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik di tingkat nasional melalui pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

Posisi Sulawesi Utara sebagai pusat pelestarian laut semakin kuat dengan keberadaan Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) di Kota Manado.

Lembaga ini memegang peran sentral dalam diplomasi dan kerja sama perlindungan terumbu karang di kawasan Asia-Pasifik.

Melalui momentum pertemuan ini, Gubernur berharap kemitraan strategis tersebut dapat terus diperluas untuk menghadapi dampak nyata perubahan iklim sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.