MANADO, SulutPlus.news — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkuat hubungan kerja sama dengan Prefektur Kochi, Jepang. Delegasi Sulut yang dipimpin Ketua TP-PKK, Ibu Anik Yulius Selvanus, diterima secara resmi oleh Gubernur Kochi, Hamada Seiji, di Kantor Gubernur Kochi.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, tenaga kerja, dan pengelolaan sumber daya alam.
Gubernur Hamada menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sulut yang konsisten mengirimkan lulusan SMK sebagai tenaga magang ke Jepang.
“Kochi menghadapi tantangan kekurangan tenaga kerja. Sulut telah menjadi mitra penting dalam dua tahun terakhir dengan mengirimkan tenaga magang yang berkontribusi besar di sektor pertanian dan kelautan,” ujar Hamada.
Mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Ibu Anik menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf atas ketidakhadiran langsung Gubernur.

Ia juga mempromosikan potensi daerah di sektor perikanan, pariwisata, dan pendidikan.
Beberapa usulan kerja sama yang dibahas antara lain:
– Beasiswa dari Pemerintah Kochi bagi mahasiswa Sulut.
– Pengiriman instruktur Bahasa Jepang ke Manado.
– Transfer teknologi perikanan dan pertanian.
– Pembukaan kembali penerbangan langsung Manado–Jepang.
Data Dinas Pendidikan Sulut mencatat lebih dari 300 lulusan SMK telah berangkat ke Jepang sejak 2023, sebagian besar ditempatkan di Kochi.
Program magang ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkuat hubungan budaya dan ekonomi antarwilayah.
Dalam kunjungan tersebut, Ibu Anik didampingi Asisten I Dr. Denny Mangala, Kepala Bappeda Dr. Elvira Katuuk, dan Kepala Dinas Pendidikan Dr. Femmy Suluh.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua daerah.
Kerja sama Sulut–Kochi dinilai strategis. Bagi Kochi, tenaga kerja dari Sulut membantu mengatasi krisis demografi.
Sementara bagi Sulut, akses teknologi Jepang dan peluang pendidikan di luar negeri menjadi modal penting meningkatkan daya saing daerah.***













