MANADO – Kementerian Pertanian RI resmi menaikkan kuota penanaman jagung di Sulawesi Utara dari 15.000 hektar menjadi 50.000 hektar pada Juni 2026.
Keputusan ini lahir dari diplomasi yang dilakukan Gubernur Yulius Selvanus.
Peningkatan kuota lebih dari tiga kali lipat mencerminkan kepercayaan pusat terhadap efektivitas manajemen agraris Sulut.
Pemerintah menilai kesiapan infrastruktur dan komitmen regulasi daerah memenuhi standar program berskala masif, sekaligus menempatkan Sulut sebagai pilar pangan nasional di tengah ancaman krisis global.
Distribusi Benih
– Bolmong: 73 ton untuk 4.900 ha, sudah tersalur penuh.
– Minsel: 30 ton untuk 2.000 ha, sisanya 4.000 ha masih kontrak.
– Minut: 53 ton untuk 3.500 ha, tiba pekan ketiga Juni.
– Tomohon: 10,5 ton untuk 700 ha, rampung 100%.
– Bolsel: 37,5 ton untuk 2.500 ha, sudah diserahterimakan.
– Mitra: 60 ton untuk 4.000 ha, dalam tahap pengiriman.
Wilayah lain masih melalui tahapan CPCL (Calon Petani dan Calon Lahan) untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan.
Selain benih, Pemprov Sulut juga memperoleh alokasi Traktor Besar Roda Crawler sesuai Permentan No. 2/2026.
– Bolmong: 5 unit
– Minahasa: 5 unit
– Minsel, Mitra, Bolsel, Kotamobagu: masing-masing 3 unit
Mobilisasi Alsintan menunggu validasi daftar penerima manfaat dari penyuluh lapangan.
Sulut mendapat 40 titik Bangunan Konservasi Air berupa DAM Parit, long storage, dan embung desa. Program ini diperkuat dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (PITER) untuk menjamin pasokan air sepanjang musim tanam.













