Berita Ekbis

Cair Minggu Ketiga Agustus, Bansos PKH dan BPNT 2025 untuk Sulut: Begini Jadwal, Nilai Bantuan, dan Dampaknya

Sulutplus.News - 

×

Cair Minggu Ketiga Agustus, Bansos PKH dan BPNT 2025 untuk Sulut: Begini Jadwal, Nilai Bantuan, dan Dampaknya

Sebarkan artikel ini
Penyaluran PKH dan BPNT 2025

MANADO – Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI memastikan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2025 akan berlangsung mulai minggu ketiga Agustus.

Bansos ini disalurkan secara bertahap lewat bank-bank Himbara, PT Pos Indonesia, hingga agen e-warong di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Dinsos Sulut, Andra Mawuntu, menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi intensif dengan bank penyalur dan pendamping sosial.

Baca Juga:  Superbank Klarifikasi Rumor IPO, Fokus pada Inovasi dan Pertumbuhan Nasabah

“Kami pastikan distribusi bansos tepat waktu dan tidak ada keterlambatan. Warga sangat bergantung pada bantuan ini, apalagi di tengah harga sembako yang terus naik,” ujarnya.

Jenis Bantuan Tahap 3

Untuk wilayah Sulut yang masuk Wilayah 3 bersama Jawa Timur, Gorontalo, Sulsel, dan Maluku, bantuan yang cair di Agustus 2025 meliputi:

PKH Tahap 3 → Transfer melalui PT Pos atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

BPNT Tahap 3 → Rp600.000 untuk kebutuhan pangan tiga bulan.

Baca Juga:  Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 T, Yield Tembus 10,7%!

Bantuan Beras 20 Kg → Bagi KPM yang belum menerima bantuan pangan sebelumnya.

Program Indonesia Pintar (PIP) → Untuk siswa yang masuk SK nominasi dan sudah aktivasi rekening.

PBIJK (Jaminan Kesehatan) → Rp42.000/bulan bagi peserta dengan data kependudukan valid.

Cara Cek Status Penerima

Masyarakat bisa memastikan nama mereka masuk daftar penerima dengan tiga cara:

Aplikasi “Cek Bansos” milik Kemensos.

Kantor desa/kelurahan setempat.

PT Pos Indonesia bagi pencairan manual.

Baca Juga:  BSG RUPS 2026: Vicky Lumentut Resmi Jadi Komisaris Utama  

Bagi masyarakat penerima, bansos bukan sekadar tambahan, melainkan penopang kebutuhan keluarga.

“Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk beli susu anak dan bayar uang sekolah,” kata Elina Pontororing, warga Kecamatan Tikala, Kota Manado.

Kementerian Sosial menegaskan verifikasi data dilakukan secara berkala untuk menghindari penyaluran ganda.

Dengan anggaran bansos nasional mencapai Rp 91 triliun di 2025, pemerintah berharap bantuan ini bisa menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah tekanan inflasi.(*)