Manado, SulutPlus.news – Di tengah gempuran teknologi dan digitalisasi layanan publik, warga Sulawesi Utara masih berjuang untuk sekadar mengecek apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial memang sudah tersedia secara online, tapi tak semua orang punya akses atau kemampuan untuk menggunakannya.
Maria Langi, pendamping PKH di Kecamatan Sario, bercerita bahwa banyak warga binaannya belum punya smartphone.
“Ada yang harus pinjam HP tetangga, ada juga yang datang ke kantor kelurahan hanya untuk tanya apakah mereka dapat bansos,” ujarnya.
Di Desa Wori, Minahasa Utara, seorang ibu rumah tangga bernama Yuliana bahkan rela berjalan 2 kilometer ke warung internet demi mengecek statusnya.
“Saya takut ketinggalan. Kalau tidak dicek, bisa tidak cair,” katanya sambil menunjukkan tangkapan layar dari aplikasi Kemensos Go.
Apa Itu PKH dan Siapa yang Berhak?
PKH adalah program bantuan tunai bersyarat dari pemerintah untuk keluarga miskin yang memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, lansia, atau penyandang disabilitas.
Tujuannya sederhana: mendorong akses pendidikan dan kesehatan bagi kelompok rentan.
Menurut data Kemensos per Agustus 2025, lebih dari 87.000 keluarga di Sulawesi Utara tercatat sebagai penerima PKH.
Namun, angka itu belum mencerminkan seluruh kebutuhan di lapangan.
Bagaimana Cara Mengecek Bantuan?
Kemensos menyediakan dua jalur utama:
– Website resmi: cekbansos.kemensos.go.id
– Aplikasi Cek Bansos: Bisa diunduh di Play Store dan App Store
Di dalam aplikasi, warga bisa mengecek status, mengusulkan nama baru, atau menyanggah data yang dianggap tidak tepat.
Tapi semua itu butuh koneksi internet dan pemahaman digital, dua hal yang belum merata.
Tantangan Digital dan Solusi Lokal
Salah satu pemerhati sosial di Sulawesi Utara, Yustinus Rorimpandey, menilai bahwa digitalisasi bansos adalah langkah maju, tapi belum inklusif.
“Literasi digital itu bukan sekadar bisa buka aplikasi. Harus ada pendampingan, edukasi, dan jaminan keamanan data,” katanya.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah menggandeng komunitas lokal, seperti karang taruna atau gereja, untuk membantu warga mengakses layanan digital secara aman dan efisien.
Refleksi Sosial: Bantuan yang Tak Sekadar Angka
Bagi banyak warga, bansos bukan hanya soal uang. Ini tentang pengakuan, tentang rasa bahwa negara hadir.
Ketika prosesnya rumit atau tidak transparan, rasa kecewa bisa muncul. “Saya bukan minta-minta, saya cuma ingin tahu apakah saya memang layak,” kata Pak Dodi, buruh harian di Manado.
Aplikasi Cek Bansos adalah alat penting, tapi bukan satu-satunya solusi.
Di Sulawesi Utara, pendekatan manusiawi dengan empati, edukasi, dan pendampingan tetap jadi kunci agar bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.







