Sosok AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, Kapolres Bolaang Mongondow Timur, menyimpan cerita perjalanan panjang yang jarang diketahui publik.
Di balik senyumnya yang ramah dan gaya komunikasinya yang penuh humor, tersimpan rekam jejak operasi antiteror kelas dunia yang pernah menentukan arah keamanan nasional.

Dari Densus 88 ke Polres Boltim
Sebelum dipercaya memimpin Polres Boltim, Golfried adalah perwira elite di Densus 88 Antiteror Polri. Ia terlibat dalam berbagai operasi lintas negara, termasuk pengungkapan jaringan Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan aktivitas intelijen asing di Indonesia.
Salah satu momen paling krusial terjadi pada 2021 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Saat itu, Golfried memimpin penangkapan Gasshem Saberi Gilchalan, mantan pasukan khusus Iran yang diduga melakukan operasi intelijen di Indonesia.
“Intelijen Iran itu saya tangkap langsung. Karena yang bersangkutan sudah sering keluar-masuk Indonesia untuk melakukan operasi intelijen,” ujar AKBP Golfried dalam wawancara, Jumat (16/1/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan pengalaman langsung sekaligus otoritas resmi dari seorang perwira Polri yang pernah berada di garis depan menjaga kedaulatan negara.
Bukti Kapasitas Aparat Indonesia
Operasi penangkapan itu menjadi bukti nyata kapasitas aparat Indonesia dalam menghadapi ancaman global.
Transformasi Kepemimpinan di Boltim
Kini, di Bolaang Mongondow Timur, Golfried tampil dengan wajah berbeda. Dari sosok tegas di lapangan operasi, ia bertransformasi menjadi pemimpin humanis yang dekat dengan masyarakat.
Dalam berbagai kegiatan, ia dikenal komunikatif, sering mencairkan suasana dengan humor, dan aktif membangun kepercayaan publik terhadap Polri. Pendekatan ini membuat masyarakat lebih terbuka, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan warga.
Perpaduan Tegas dan Humanis
Perpaduan antara ketegasan mantan perwira Densus 88 dan sikap humanis sebagai Kapolres menjadi karakter kuat kepemimpinan Golfried.
Hal ini penting bagi masyarakat Boltim yang tengah menghadapi tantangan sosial, mulai dari keamanan daerah hingga penguatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dengan rekam jejak internasional dan kepemimpinan yang membumi, AKBP Golfried menunjukkan bahwa polisi bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga sahabat masyarakat.













