Berita Boltim

GMPK Apresiasi Langkah Kapolres Boltim Klarifikasi Isu Hoaks Pertambangan

Sulutplus.News - 

×

GMPK Apresiasi Langkah Kapolres Boltim Klarifikasi Isu Hoaks Pertambangan

Sebarkan artikel ini
AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, sosok tegas di operasi antiteror yang kini memimpin Polres Boltim dengan pendekatan humanis dan komunikatif.
AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, sosok tegas di operasi antiteror yang kini memimpin Polres Boltim dengan pendekatan humanis dan komunikatif.

BOLTIM – Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, mendapat apresiasi dari Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Sulut setelah cepat mengklarifikasi isu hoaks tudingan permintaan uang terkait pembukaan garis polisi di lokasi pertambangan Desa Tobongon, Kecamatan Modayag.

Wakil Ketua GMPK Sulut, Resmol Maikel, menilai sikap terbuka aparat kepolisian sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Oskar Manoppo Hadiri RUPS Bank SulutGo, Dividen 74 Persen Disepakati  

“Kami mengapresiasi langkah cepat Kapolres Boltim. Ini penting untuk mencegah berkembangnya informasi menyesatkan dan menjaga kepercayaan publik,” ujar Resmol.

Ia menambahkan, masyarakat perlu lebih cerdas dalam menyaring informasi di era digital.

“Prinsip cek dan ricek harus dikedepankan. Jangan sampai kita ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, karena dampaknya bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Baca Juga:  Berikut Harta Kekayaan 5 Kepala Daerah di BMR, Tatong Bara Capai 15 Miliar

Menurut GMPK Sulut, sikap profesional Kapolres Boltim menjadi contoh baik dalam menghadapi isu publik.

Dukungan masyarakat juga diperlukan agar aparat dapat menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban secara optimal.

Sebelumnya, Kapolres Boltim menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan merupakan informasi menyesatkan.

Baca Juga:  Bupati Boltim Pimpin Apel Kerja Usai Libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah

“Itu hoaks, tidak benar,” tegas Kapolres.

Isu hoaks ini sempat beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga. Polres Boltim kemudian melakukan klarifikasi resmi untuk meredam keresahan.

Langkah ini sejalan dengan upaya Polri meningkatkan kepercayaan publik melalui komunikasi terbuka dan akuntabel.