Berita Sulut

Seleksi Sekprov Sulut Perdana Terapkan Manajemen Talenta ASN, Tahlis Gallang Menguat

×

Seleksi Sekprov Sulut Perdana Terapkan Manajemen Talenta ASN, Tahlis Gallang Menguat

Sebarkan artikel ini
Tahlis Gallang saat mengikuti tes seleksi Sekprov Sulut.
Penjabat Sekprov Sulut, Tahlis Gallang saat mengikuti Uji Kompetensi beberapa waktu lalu. Foto: Diskominfo Pemprov Sulut.

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat sejarah baru dengan menerapkan sistem Manajemen Talenta dalam seleksi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov).

Tahap final berupa wawancara digelar Rabu (11/2/2026), menghadirkan kandidat utama Tahlis Gallang bersama pesaing berlatar belakang akademik tinggi.

Proses ini menjadi tonggak meritokrasi di birokrasi Sulut. Kepala BKD Sulut, Olivia Theodore, menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta adalah langkah strategis untuk memastikan pejabat dipilih berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan kedekatan politik.

Baca Juga:  Diinisiasi Gubernur Yulius Selvanus, 1.500 Atlet dan Pekerja Budaya Resmi Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan Mulai Januari 2026

“Seleksi pengisian Sekprov perdana gunakan mekanisme manajemen talenta. Fokusnya pada asesmen berbasis bukti kinerja, termasuk kepemimpinan, inovasi, dan kemampuan strategis,” jelas Olivia.

Komite Talenta melakukan wawancara mendalam untuk menilai kepemimpinan, inovasi kebijakan, serta kemampuan mengelola birokrasi ekonomi dan pembangunan daerah.

Baca Juga:  Gubernur Sulut Yulius Selvanus Nyatakan Duka atas Kebakaran Panti Werda Ranomuut

Nama Tahlis Gallang menguat sebagai kandidat kuat. Ia dikenal sebagai birokrat berpengalaman dengan rekam jejak panjang di pemerintahan daerah.

Namun, persaingan ketat muncul dari kandidat lain yang memiliki latar belakang pendidikan doktor dan alumni Lemhanas.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca 15 Daerah di Sulawesi Utara Hari Ini, 14 Juni 2025: Hanya Satu yang Berawan Sisanya Hujan Ringan

Seleksi Sekprov Sulut 2026 bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan ujian komitmen pemerintah daerah terhadap meritokrasi.

Hasil wawancara akan menentukan arah birokrasi Sulut ke depan: apakah benar-benar bertransformasi menuju tata kelola modern yang profesional dan transparan.