MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat sejarah baru dengan menerapkan sistem Manajemen Talenta dalam seleksi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov).
Tahap final berupa wawancara digelar Rabu (11/2/2026), menghadirkan kandidat utama Tahlis Gallang bersama pesaing berlatar belakang akademik tinggi.
Proses ini menjadi tonggak meritokrasi di birokrasi Sulut. Kepala BKD Sulut, Olivia Theodore, menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta adalah langkah strategis untuk memastikan pejabat dipilih berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan kedekatan politik.
“Seleksi pengisian Sekprov perdana gunakan mekanisme manajemen talenta. Fokusnya pada asesmen berbasis bukti kinerja, termasuk kepemimpinan, inovasi, dan kemampuan strategis,” jelas Olivia.
Komite Talenta melakukan wawancara mendalam untuk menilai kepemimpinan, inovasi kebijakan, serta kemampuan mengelola birokrasi ekonomi dan pembangunan daerah.
Nama Tahlis Gallang menguat sebagai kandidat kuat. Ia dikenal sebagai birokrat berpengalaman dengan rekam jejak panjang di pemerintahan daerah.
Namun, persaingan ketat muncul dari kandidat lain yang memiliki latar belakang pendidikan doktor dan alumni Lemhanas.
Seleksi Sekprov Sulut 2026 bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan ujian komitmen pemerintah daerah terhadap meritokrasi.
Hasil wawancara akan menentukan arah birokrasi Sulut ke depan: apakah benar-benar bertransformasi menuju tata kelola modern yang profesional dan transparan.













