MANADO, SulutPlus.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bersama MPR RI dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sarasehan Nasional di Manado, Senin, 17 November 2024, membahas peluang penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan sekaligus instrumen investasi publik.
Forum ini menyoroti urgensi mencari sumber pendanaan baru bagi daerah, di tengah keterbatasan APBD dan kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Obligasi daerah dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam investasi publik.
Acara di Aula C. J. Rantung, Kantor Gubernur Sulut, menghadirkan tokoh nasional dan daerah, antara lain:
– Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E.
– Melchias Markus Mekeng, M.H., Ketua Badan Anggaran MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Golkar.
– Eddy Manindo Harahap, Deputi Komisioner OJK.
– Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A. Sompie, M.Eng., Rektor Universitas Sam Ratulangi.
Diskusi dipandu Dr. Akbar Faizal, M.Si., Direktur Eksekutif Negara Institute, dimulai pukul 13.00–16.30 WITA di Kantor Gubernur Sulut, Manado.
Acara juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube @MPRRIOfficial dan @AkbarFaizalUncensored, sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai daerah.
Ketua Panitia, Aditya Anugrah Moha, S.Ked., M.M., menegaskan tujuan kegiatan ini adalah mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan akademisi.
“Obligasi daerah bukan sekadar instrumen keuangan, tetapi wujud komitmen menghadirkan pembiayaan yang pro-rakyat,” ujarnya.
Seperti diketahui, Sulut tengah gencar membangun infrastruktur pariwisata dan konektivitas antarwilayah.
Dengan potensi investasi publik melalui obligasi daerah, masyarakat lokal dapat ikut serta mendanai pembangunan jalan, jembatan, hingga fasilitas pendidikan.
Hal ini diharapkan memperkuat rasa memiliki sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah daerah. (*)













