MANADO, SulutPlus.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Tim Penggerak PKK (TP-PKK) resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Sabtu, 15 November 2025 di GMIM Petra Sario Tumpaan.
Program ini hadir untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru (NaTaru)
Menurut Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi tekanan ekonomi masyarakat di tengah lonjakan kebutuhan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Gerakan Pangan Murah bukan sekadar pasar murah, tetapi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan setiap keluarga bisa merayakan Natal dengan tenang tanpa terbebani harga pangan,” kata Anik.
Distribusi dilakukan dengan menggandeng Bulog dan sejumlah pelaku usaha lokal. Warga dapat membeli beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan pokok lain dengan harga subsidi.
Sulut dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat konsumsi pangan tinggi saat perayaan Natal.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Sulut, harga beras dan minyak goreng biasanya naik 10–15% menjelang Desember.
Kehadiran GPM diharapkan menekan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Seorang warga Tumpaan, Maria Langi (45), mengungkapkan bahwa harga beras di pasar sempat naik hingga Rp14.000/kg.
“Dengan adanya program ini, kami bisa beli lebih murah, sangat membantu keluarga menjelang Natal,” ujarnya. (*)













