Berita Sulut

Ringankan Beban Warga Jelang Natal 2025, TP-PKK Sulut Luncurkan GPM

×

Ringankan Beban Warga Jelang Natal 2025, TP-PKK Sulut Luncurkan GPM

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di GMIM Petra Sario Tumpaan, Sabtu, 15 November 2025. Warga terlihat antusias membeli bahan pokok bersubsidi seperti minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di GMIM Petra Sario Tumpaan, Sabtu, 15 November 2025. Warga terlihat antusias membeli bahan pokok bersubsidi seperti minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih menjelang Natal dan Tahun Baru.

MANADO, SulutPlus.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Tim Penggerak PKK (TP-PKK) resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Sabtu, 15 November 2025 di GMIM Petra Sario Tumpaan.

Program ini hadir untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru (NaTaru)

Menurut Ketua TP-PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengurangi tekanan ekonomi masyarakat di tengah lonjakan kebutuhan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:  Kemenkes Temukan 8 Kasus Virus Hanta di Indonesia, Salah Satunya di Sulut
Ny. Anik Yulius Selvanus
Ny. Anik Yulius Selvanus

“Gerakan Pangan Murah bukan sekadar pasar murah, tetapi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan setiap keluarga bisa merayakan Natal dengan tenang tanpa terbebani harga pangan,” kata Anik.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Dorong Etika Jurnalistik di Era AI, UKW 2025 Diikuti 34 Wartawan

Distribusi dilakukan dengan menggandeng Bulog dan sejumlah pelaku usaha lokal. Warga dapat membeli beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan pokok lain dengan harga subsidi.

Sulut dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat konsumsi pangan tinggi saat perayaan Natal.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Sulut, harga beras dan minyak goreng biasanya naik 10–15% menjelang Desember.

Baca Juga:  Polda Sulut Menang Gugatan Praperadilan yang Dilayangkan Tersangka Kasus Dana Hibah Sinode GMIM

Kehadiran GPM diharapkan menekan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Seorang warga Tumpaan, Maria Langi (45), mengungkapkan bahwa harga beras di pasar sempat naik hingga Rp14.000/kg.

“Dengan adanya program ini, kami bisa beli lebih murah, sangat membantu keluarga menjelang Natal,” ujarnya. (*)