Humaniora

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram: Momentum Spiritual yang Tak Boleh Dilewatkan

×

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram: Momentum Spiritual yang Tak Boleh Dilewatkan

Sebarkan artikel ini
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram

Sulutplus.news –Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.

Sebagai pembuka tahun baru Islam, Muharram menjadi momen reflektif untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak amal ibadah.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan ini adalah puasa sunnah Tasua dan Asyura, yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, 1 Muharram diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Maka, pelaksanaan puasa sunnah Tasua dan Asyura tahun ini adalah sebagai berikut:

Puasa Tasua: 9 Muharram 1447 H atau Sabtu, 5 Juli 2025

Puasa Asyura: 10 Muharram 1447 H atau Minggu, 6 Juli 2025

Penetapan ini dapat sedikit berbeda tergantung metode hisab dan rukyat yang digunakan oleh masing-masing organisasi keagamaan.

Makna dan Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Penghapus dosa setahun yang lalu Dalam berbagai riwayat, puasa Asyura disebut sebagai amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Jadwal Timnas Indonesia Vs Irak Resmi Diubah: Strategi Recovery Jadi Prioritas Jelang Laga Krusial

Ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk memulai tahun baru Hijriah dengan hati yang bersih.

Meneladani Nabi Musa AS Hari Asyura juga dikenang sebagai hari ketika Nabi Musa AS dan kaumnya diselamatkan dari kejaran Firaun.

Puasa ini menjadi bentuk syukur atas peristiwa besar tersebut.

Membedakan diri dari tradisi kaum terdahulu Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk tidak hanya berpuasa pada 10 Muharram, tetapi juga menambahkan puasa sehari sebelumnya (Tasua) atau sesudahnya (11 Muharram), sebagai bentuk identitas keislaman yang khas.

Puasa terbaik setelah Ramadan Dalam beberapa hadis, disebutkan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa paling utama setelah Ramadan. Ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah di bulan ini.

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat menjadi syarat sahnya ibadah. Niat sebaiknya diucapkan sejak malam hari, namun jika terlupa, masih diperbolehkan berniat di pagi hari sebelum matahari tergelincir, selama belum makan dan minum.

Baca Juga:  Yahya Waloni Pendakwah Kelahiran Manado Meninggal Dunia saat Menyampaikan Khotbah

Niat Puasa Tasua (9 Muharram):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Saya berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura (10 Muharram):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الْعَاشُورَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Saya berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”

Hikmah Mendalam di Balik Puasa Tasua dan Asyura

Selain keutamaannya yang luar biasa, puasa ini juga mengandung hikmah yang memperkaya jiwa dan memperkuat spiritualitas:

Sebagai bentuk kehati-hatian dalam penanggalan Hijriah Dengan berpuasa dua hari (9 dan 10 Muharram), umat Islam mengantisipasi kemungkinan kesalahan dalam penentuan awal bulan.

Menegaskan identitas keislaman Dengan menambahkan puasa sehari sebelum atau sesudah Asyura, umat Islam menunjukkan perbedaan dari tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya dilakukan pada 10 Muharram.

Menjaga kesinambungan ibadah Setelah bulan Dzulhijjah yang penuh dengan ibadah haji dan kurban, Muharram menjadi momentum untuk menjaga semangat spiritual agar tidak meredup.

Baca Juga:  Kepergian Kwik Kian Gie, Jejak Pemikiran Ekonomi yang Tetap Hidup

Meningkatkan kesadaran sosial Banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak sedekah, memberi makan fakir miskin, dan mempererat tali silaturahmi pada hari Asyura sebagai bentuk kepedulian sosial.

Tips Menjalankan Puasa Tasua dan Asyura dengan Maksimal Agar ibadah puasa ini lebih bermakna, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

-Persiapkan fisik dan mental sejak malam sebelumnya Tidur cukup dan sahur dengan makanan bergizi akan membantu menjaga stamina sepanjang hari.

-Perbanyak dzikir dan doa Gunakan waktu luang untuk memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan berdoa agar puasa diterima oleh Allah SWT.

-Jauhi hal-hal yang membatalkan pahala puasa Menjaga lisan, menghindari ghibah, dan memperbanyak amal kebaikan akan menyempurnakan ibadah.

-Ajak keluarga dan teman untuk ikut serta Menjalankan puasa bersama akan menambah semangat dan mempererat hubungan sosial.***