Berita EkbisBerita SulutBerita Utama

Masyarakat Sulut Hati-hati! Ratusan Jenis Beras Oplosan Ditemukan Beredar di Pasaran

×

Masyarakat Sulut Hati-hati! Ratusan Jenis Beras Oplosan Ditemukan Beredar di Pasaran

Sebarkan artikel ini
Contoh Beras Asli yang di Jual di Pasar
Contoh Beras Asli yang di Jual di Pasar

Sulutplus.news – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) kini tidak hanya bergulat dengan harga beras yang tinggi, tetapi juga dengan beras oplosan yang beredar di pasar.

Seperti diketahui, sejak pertengahan Juni 2025, harga beras di pasar tradisional di kabupaten/kota di Sulut mengalami kenaikan signifikan.

Dalam kurun waktu tak sampai satu bulan, harga beras di Kota Bitung melonjak drastis dari Rp14.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.

Sementara di Kota Kotamobagu, harga beras premium melonjak tajam, menembus angka Rp1 juta per koli (60 kg).

Bahkan di sejumlah titik penjualan, harga beras jenis Serayu yang dikategorikan sebagai kualitas super kini dijual Rp17.000 per kilogram.

Untuk pembelian dalam jumlah banyak, kisaran harga per koli berada di antara Rp1.000.000 hingga Rp1.010.000.

Nah, dalam kondisi harga beras yang mahal, Kementrian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan Polri berhasil mengungkap peredaran ratusan jenis beras oplosan yang tidak layak konsumsi.

Beberapa produk dikemas sebagai “premium” padahal hanya berisi beras biasa, bahkan ada yang menyatakan isi 5 kg namun hanya berisi 4,5 kg.

Baca Juga:  Benarkah Tatong Bara Mundur dari Nasdem Ada Kaitannya dengan Kader di Internal Partai? Berikut Penjelasannya

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebut kerugian akibat praktik ini mencapai Rp99 triliun per tahun.

Ia menegaskan bahwa pengawasan ketat dan penindakan hukum harus dilakukan agar konsumen tidak terus dirugikan.

“Satu kilo bisa selisih Rp2.000 sampai Rp3.000. Kalau ini dibiarkan, kerugian bisa mencapai ratusan triliun,” ujar Amran dalam pernyataan resmi.

Menurut Amran, langkah ini penting untuk menciptakan ekosistem pangan yang adil bagi petani, pelaku usaha jujur, dan masyarakat sebagai konsumen utama.

“Ini kesempatan emas untuk menyelesaikan masalah. Kalau stok sedikit, kita tidak bisa intervensi. Tapi sekarang stok kita banyak,” tegas Amran.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Pangan Polri telah memeriksa empat produsen beras berinisial WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG pada 10 Juli 2025.

Proses pemeriksaan ini menjadi langkah awal dalam menelusuri dugaan pemalsuan kualitas serta isi kemasan beras yang beredar di pasaran.

Baca Juga:  Tahlis Galang Jabat Panglima ASN Sulut

Brigjen Pol. Helfi Assegaf, Ketua Satgas Pangan, menyatakan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan diharapkan dapat membuka jalan bagi penindakan lebih lanjut terhadap pelaku usaha nakal.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat perlu hati-hati dan lebih cermat dalam membeli beras.

Berikut Cara Mengetahui Beras Asli dan Oplosan

Ciri Fisik Beras Asli

Permukaan butiran terasa agak kasar dan tidak terlalu mengkilap Beras berkualitas cenderung memiliki tekstur alami. Jika terlalu halus dan licin, patut dicurigai sebagai oplosan.

Warna cenderung seragam Warna putih bersih atau sedikit transparan menunjukkan keaslian. Beras oplosan biasanya tampak kusam atau belang.

Ukuran butir relatif sama dan minim patahan Perbedaan ukuran dan adanya serpihan berlebihan dapat mengindikasikan pencampuran jenis beras.

Aroma dan Reaksi Fisik

Memiliki aroma khas yang alami, beras asli biasanya mengeluarkan wangi seperti pandan atau padi segar. Sebaliknya, beras oplosan cenderung berbau tidak sedap, beraroma kimia, atau bahkan tidak beraroma sama sekali.

Baca Juga:  Boltim Optimis Raih Juara STQH Provinsi Sulut 2025 dan Menembus Tingkat Nasional

Tenggelam saat direndam air Beras yang mengapung dalam air berpotensi mengandung bahan campuran atau oplosan.

Gosong saat dibakar, tidak meleleh Beras asli akan menghitam ketika dibakar. Jika meleleh atau mengeluarkan aroma plastik, waspadai adanya unsur sintetis.

Ciri dari Hasil Masakan

Nasi yang dihasilkan pulen dan tidak cepat mengeras Beras asli menghasilkan nasi yang mudah dikunyah dan tidak cepat basi. Sebaliknya, beras oplosan bisa membuat nasi terlalu lembek atau keras setelah dingin.

Tips Pintar Saat Membeli

Cermati label kemasan Pastikan terdapat informasi produsen, izin edar, dan tanggal kadaluarsa yang jelas.

Waspadai harga terlalu murah Penawaran beras “premium” dengan harga jauh di bawah pasaran bisa jadi indikasi produk oplosan.

Belanja di tempat tepercaya Pilih toko atau distributor yang memiliki reputasi baik dan transparan terkait asal-usul produknya.***