Sulutplus.news – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami pelemahan tajam sepanjang pekan lalu.
Dalam periode 16–21 Maret 2026, harga emas turun Rp104.000 per gram, mencerminkan tekanan pasar global dan kebutuhan likuiditas domestik menjelang Idulfitri.
Pergerakan harga tercatat fluktuatif, dengan koreksi terbesar terjadi pada Kamis (19/3) sebesar Rp53.000 dan Jumat (20/3) sebesar Rp50.000. Harga kemudian bertahan di Rp2,893 juta per gram pada Sabtu (21/3/2026).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tren pelemahan emas sejalan dengan fluktuasi harga komoditas global.

Bank Indonesia menambahkan, penguatan rupiah terhadap dolar AS belum cukup menahan tekanan harga emas dunia.
Di Manado, Sulawesi Utara, pedagang emas menyebut penurunan ini membuat masyarakat menunda pembelian.
“Biasanya menjelang Lebaran permintaan naik, tapi kali ini banyak yang menunggu harga stabil,” ujar Inara Langi, pemilik toko emas di Boulevard Manado.
Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga justru dianggap peluang akumulasi. Namun bagi konsumen, terutama yang membeli untuk kebutuhan perhiasan Lebaran, tren ini mendorong sikap menunggu.








