Berita Kotamobagu

Polres Kotamobagu Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP Dijual Rp11.400 Per Kilo

×

Polres Kotamobagu Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP Dijual Rp11.400 Per Kilo

Sebarkan artikel ini
Polwan Polres Kotamobagu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Mogolaing. Dengan semangat melayani, mereka menjual beras SPHP seharga Rp11.400 per kilogram untuk membantu warga di tengah harga beras yang masih tinggi. Foto: Humas Polres Kotamobagu.
Polwan Polres Kotamobagu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Mogolaing. Dengan semangat melayani, mereka menjual beras SPHP seharga Rp11.400 per kilogram untuk membantu warga di tengah harga beras yang masih tinggi. Foto: Humas Polres Kotamobagu.

KOTAMOBAGU, SULUT PLUSPolres Kotamobagu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-77, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

GPM yang dipusatkan di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kegiatan GPM dipimpin langsung oleh Ipda Reny Adam bersama personel Polwan lainnya.

Menurutnya, GPM sengaja diadakan untuk membantu masyarakat di tengah tingginya harga beras saat ini.

Baca Juga:  Polres Kotamobagu dapat Edukasi Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi

“Kami menjual beras SPHP di bawah harga pasaran, 5 kilo hanya Rp57.000. Kami berharap ini bisa meringankan beban warga,” ujar Reny.

Salah satu warga, Yeni Mokodompit, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM ini.

“Lumayan, beras 5 kilo cuma Rp57.000, kalau dihitung per kilo hanya Rp11.400. Selisih Rp6.000 dengan harga beras yang dijual di pasar saat ini,” kata Yeni.

Harga Beras di Pasar Masih Tinggi

Baca Juga:  "Stel Jago" Ancungkan Sajam ke Warga Minsel, Nasib Pemuda Mobuya Berakhir Seperti Ini

Sementara itu, harga beras di Pasar 23 Maret Kotamobagu masih terpantau cukup tinggi. Beras premium jenis Superwin dijual Rp17.000 per kilo, Serayu Rp16.000, dan beras biasa Rp15.000.

Seorang pedagang beras, Tino, menjelaskan bahwa harga masih mahal karena stok dari petani masih terbatas.

“Kami sebagai pedagang jadi kesulitan mendapatkan stok untuk dijual kembali,” ucapnya.

Diketahui, sejak awal Juli 2025, harga beras di Kotamobagu naik hingga Rp18.000 per kilo untuk jenis premium. Kenaikan ini sempat disoroti oleh Anggota DPRD Kotamobagu, Royke Kasenda.

Baca Juga:  Inilah 12 Program Disepakati Lima Kada di BMR, Salah Satunya Pengembangan Universitas

“Kami meminta pemerintah segera bertindak. Intervensi melalui pasar murah sangat diperlukan agar harga beras kembali stabil,” kata Royke Kasenda dalam pernyataannya kepada Sulutplus.news pada 10 Juli 2025. (*)