KOTAMOBAGU, SULUT PLUS – Polres Kotamobagu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-77, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
GPM yang dipusatkan di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kegiatan GPM dipimpin langsung oleh Ipda Reny Adam bersama personel Polwan lainnya.
Menurutnya, GPM sengaja diadakan untuk membantu masyarakat di tengah tingginya harga beras saat ini.
“Kami menjual beras SPHP di bawah harga pasaran, 5 kilo hanya Rp57.000. Kami berharap ini bisa meringankan beban warga,” ujar Reny.
Salah satu warga, Yeni Mokodompit, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM ini.
“Lumayan, beras 5 kilo cuma Rp57.000, kalau dihitung per kilo hanya Rp11.400. Selisih Rp6.000 dengan harga beras yang dijual di pasar saat ini,” kata Yeni.
Harga Beras di Pasar Masih Tinggi
Sementara itu, harga beras di Pasar 23 Maret Kotamobagu masih terpantau cukup tinggi. Beras premium jenis Superwin dijual Rp17.000 per kilo, Serayu Rp16.000, dan beras biasa Rp15.000.
Seorang pedagang beras, Tino, menjelaskan bahwa harga masih mahal karena stok dari petani masih terbatas.
“Kami sebagai pedagang jadi kesulitan mendapatkan stok untuk dijual kembali,” ucapnya.
Diketahui, sejak awal Juli 2025, harga beras di Kotamobagu naik hingga Rp18.000 per kilo untuk jenis premium. Kenaikan ini sempat disoroti oleh Anggota DPRD Kotamobagu, Royke Kasenda.
“Kami meminta pemerintah segera bertindak. Intervensi melalui pasar murah sangat diperlukan agar harga beras kembali stabil,” kata Royke Kasenda dalam pernyataannya kepada Sulutplus.news pada 10 Juli 2025. (*)












