Berita Viral

Kisah Haru Anak Gajah Tertabrak Truk, Aksi Sang Induk Tuai Simpati

×

Kisah Haru Anak Gajah Tertabrak Truk, Aksi Sang Induk Tuai Simpati

Sebarkan artikel ini
Gajah Tertabrak Truk
Video Gajah Tertabrak Truk. (Foto: istimewa/Instagram)

SulutPlus – Video viral anak gajah tertabrak truk di media sosial menuai simpati banyak orang.

Pasalnya, dalam video gajah tertabrak truk yang beredar 11 Mei 2025 tersebut, memperlihatkan betapa cintanya sang induk (ibu) gajah terhadap anaknya.

Aksi sang induk yang menemplekan kepala di truk, seakan ingin marah karena anaknya ditabrak hingga mati.

Sontak aksi sang induk gajah itupun mendapat respon positif yang begitu mengharukan. “Cinta ibu sepanjang masa,” tulis netizen dalam kolom komentar video gajah tertabrak truk.

Dilansir dari media lokal Sinar Harian, peristiwa gajah tertabrak truk terjadi sekitar pukul 2.00 dini hari di Jalan Raya Timur-Barat dan melibatkan truk yang digunakan untuk mengangkut ayam.

Baca Juga:  TOK! Kasasi Ditolak, Aning tetap Dihukum Mati

Yusoff Shariff, Direktur Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Perak (Perhilitan), mengatakan bahwa badan tersebut diberitahu tentang kecelakaan itu sekitar pukul 3.30 dini hari.

Ia dikutip oleh Sinar Harian yang mengatakan bahwa “seekor gajah jantan yang diperkirakan berusia lima tahun mati setelah diyakini telah tertabrak truk saat mencoba menyeberang jalan”.

“Petugas kami dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi pemantauan dan penangkapan induk gajah guna memindahkannya ke tempat yang lebih aman,” kata Shariff, kepada Sinar Harian, yang dikutip dari The Straits Times, Senin 12 Mei 2025.

Baca Juga:  Grup Fantasi Sedarah Viral di X, Polisi dan DPR RI Sampai Turun Tangan

Berdasarkan perkiraan, Yusoff mengatakan induk gajah tersebut berusia sekitar 25 hingga 27 tahun dan beratnya sekitar 2,2 ton. Ia mengatakan bangkai gajah yang mati tersebut telah dipindahkan dan akan dikubur.

Menurut International Union for the Conservation of Nature (IUCN), gajah Asia tergolong terancam punah. Beberapa alasan penurunan populasinya adalah perburuan liar, hilangnya habitat, dan konflik manusia-gajah.

Harian Malaysia The Star melaporkan bahwa kepala polisi distrik Gerik, Inspektur Zulkifli Mahmood, mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa pengemudi truk berusia 28 tahun tersebut melihat seekor gajah besar di bahu jalan sebelah kanan.

Baca Juga:  Viral di Medsos, Ternyata Ini Alasan Anggota DPRD Cilegon Tabrak Pendemo PT Bungasari

Karena hewan tersebut tampak sedang merumput, pengemudi tersebut “terus mengemudi ketika ia melihat bahwa situasinya aman”, kata Inspektur Zulkifli.

“Namun, beberapa saat kemudian, seekor bayi gajah tiba-tiba muncul dari hutan di sisi kiri dan mencoba menyeberang jalan. Jarak yang pendek membuat pengemudi tidak dapat berhenti tepat waktu, sehingga terjadi tabrakan yang fatal. Bayi gajah itu mati di tempat kejadian,” imbuh Inspektur Zulkifli.***