MANADO, SulutPlus.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Wakil Gubernur Victor Mailangkay secara resmi membuka Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025 di Atrium Manado Town Square (Mantos) 1.
Acara ini menjadi panggung bagi 25 inovator lokal yang menampilkan karya ilmiah dan teknologi berbasis ekonomi hijau dan biru.
Dalam sambutannya, Wagub Mailangkay menegaskan bahwa inovasi adalah fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Sulut.
Ia mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam kerangka pentahelix.
“Kita harus bijak mencari terobosan, terutama yang memanfaatkan energi terbarukan dan minim jejak karbon. Pemerintah siap mempermudah perizinan bagi inovasi yang berdampak,” ujar Mailangkay di hadapan peserta expo.
Apa dan Siapa di Balik Expo 2025?
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulut dengan tema
“Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi Melalui Ekonomi Biru dan Ekonomi Hijau.” Plt Kepala Balitbangda, Novita Lumintang SSTP MSi, menyebut expo ini sebagai bentuk komitmen Pemprov dalam memperkuat ekosistem riset dan teknologi.
“Dari puluhan pendaftar, kami seleksi 25 peserta terbaik yang menampilkan inovasi di bidang pengolahan limbah, pertanian berkelanjutan, aplikasi digital, dan edukasi teknologi,” jelas Novita.
Bagaimana Expo Ini Berdampak?
Expo ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang interaktif antara inovator dan publik. Beberapa karya yang menarik perhatian pengunjung antara lain:
– Alat pengolah limbah rumah tangga berbasis IoT
– Aplikasi edukasi anak berbasis AI lokal
– Produk daur ulang plastik menjadi bahan bangunan
– Sistem pertanian hidroponik hemat energi
Expo berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 November 2025, di Atrium Mantos 1, Manado, dan terbuka untuk umum. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan inovator, mencoba produk, dan mengikuti sesi diskusi tematik.***

