MINAHASA, SULUTPLUS.NEWS – Oktober 2025 menjadi tonggak penting bagi pemerataan energi di Sulawesi Utara (Sulut).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Yulius Selvanus meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Langowan, membawa terang ke 25 desa yang sebelumnya gelap gulita.
Dalam peresmian PLTMH melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), Menteri Bahlil menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto: “Program ini adalah bukti komitmen negara untuk menghadirkan energi hingga ke pelosok”.
Ia menegaskan bahwa elektrifikasi desa, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), menjadi prioritas nasional.
PLTMH Langowan berkapasitas 150 KW dan menyasar 112 rumah tangga di 25 desa, termasuk Sendangan, Tounelet, Wasian, hingga Walantakan.
Teknologi ini memanfaatkan aliran sungai untuk memutar turbin, menghasilkan listrik bersih dan berkelanjutan.
Kata Bahlil, Sulut yang berbatasan langsung dengan Filipina, harus merasakan kehadiran negara. “Jangan sampai nasionalisme luntur karena minimnya infrastruktur,” ujar Bahlil, Rabu, 29 Oktober 2025.
Selain itu, ia menargetkan 12 desa di kepulauan Sulut yang belum teraliri listrik akan selesai pada 2026.
Gubernur Yulius menyambut baik langkah ini. Menurut Yulius, ini bukan sekadar penerangan, tapi simbol harapan dan kemajuan desa.
“Listrik juga mendukung layanan publik seperti puskesmas dan penyimpanan hasil pertanian yang sebelumnya terhambat,” kata Gubernur.
Warga Desa Winebetan, salah satu penerima manfaat mengatakan, mereka dulu pakai genset, mahal dan tidak stabil. “Sekarang anak-anak bisa belajar malam hari tanpa khawatir,” ujar Maria, ibu dua anak. (*)













