MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmen menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan daerah.
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, menekankan bahwa pariwisata bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan identitas daerah sekaligus penggerak utama ekonomi masyarakat.
Salah satu fokus pembenahan adalah Bukit Kasih Kanonang di Kawangkoan, ikon toleransi umat beragama.
Pemerintah melakukan penataan ulang berupa perbaikan infrastruktur, jalur peziarahan, serta fasilitas pendukung.
“Kami ingin Bukit Kasih kembali menjadi simbol harmoni sekaligus destinasi unggulan Sulut,” ujar Gubernur Yulius.
Setelah Bukit Kasih, perhatian pemerintah beralih ke Sumaru Endo, pemandian air panas alami di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Minahasa.
Kawasan yang berada di tepi Danau Tondano ini memiliki nilai historis sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Revitalisasi dilakukan menyeluruh, meliputi:
– Perbaikan kolam pemandian
– Penataan ulang area bermain anak
– Renovasi bangunan penunjang
– Peningkatan sistem keamanan
“Kami berharap Sumaru Endo menjadi destinasi ramah keluarga dan mendukung ekonomi lokal,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Kartika Devi Tanos.
Revitalisasi wisata Minahasa ditargetkan selesai pada Desember 2025. Pemerintah berharap langkah ini dapat menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap pengelolaan wisata daerah.
Rangkaian pembenahan dari Bukit Kasih hingga Sumaru Endo mencerminkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menata sektor pariwisata.
Dengan pengelolaan konsisten, Sulut kian mantap melangkah sebagai destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.***













