Peristiwa

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, 8 Orang Tewas Termasuk COO KPN Plantation

×

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, 8 Orang Tewas Termasuk COO KPN Plantation

Sebarkan artikel ini
Tim pencari menemukan benda yang diduga helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau (ANTARA/DOK)
Tim pencari menemukan benda yang diduga helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau (ANTARA/DOK)

Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik PT Matthew Air jatuh di hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Delapan orang di dalamnya, termasuk Chief Operating Officer (COO) KPN Plantation, dilaporkan meninggal dunia.

Helikopter yang diawaki Capt. Marindra Wibowo dan engineer Harun Arasyid itu membawa enam penumpang, salah satunya warga negara Malaysia.

Baca Juga:  KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, 232 Penumpang Selamat dan Dievakuasi dengan Bus

Sekitar pukul 11.00 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh oleh warga Desa Tapang Tingang, Lorensius Along, saat berburu.

Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa menegaskan seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin, juga memastikan delapan korban telah ditemukan. Evakuasi dilakukan tim gabungan TNI, Polri, BASARNAS, BPBD, Damkar, KPH, dan warga setempat.

Baca Juga:  Tragedi Udara di Ciampea: Pesawat Latih Jatuh di Area Pemakaman, Satu Tewas

Kalimantan Barat dikenal memiliki medan hutan lebat dan cuaca yang sulit diprediksi. Mobilitas eksekutif perkebunan sering mengandalkan helikopter untuk menjangkau daerah pedalaman.

Kehilangan COO KPN Plantation menjadi pukulan besar bagi perusahaan dan komunitas lokal, mengingat peran strategisnya dalam operasional perkebunan.

Baca Juga:  Pasar Wonogiri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar

KNKT bersama Kementerian Perhubungan akan menyelidiki penyebab kecelakaan, termasuk faktor teknis dan cuaca.

Dengan adanya peristiwa ini mengindikasikan pntingnya standar keselamatan penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem.