MAKASSAR – Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1). Sejumlah warga di sekitar Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengaku menemukan puing yang diduga berasal dari pesawat tersebut.
Kronologi Kejadian
Pesawat dengan nomor penerbangan belum diumumkan resmi itu hilang kontak sekitar pukul 14.30 WITA di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. Berdasarkan data AirNav, koordinat terakhir tercatat di 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.
Video amatir yang beredar di media sosial (Medsos) memperlihatkan warga menemukan objek logam yang diyakini bagian dari pesawat. Namun, hingga berita ini diturunkan, otoritas penerbangan belum mengonfirmasi kebenaran rekaman tersebut.
Tindakan Basarnas
Kepala Basarnas Makassar, Sultan, menyatakan pihaknya segera mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan hilang kontak. “Tim pertama berjumlah lima orang sudah menuju lokasi untuk asesmen. Tim kedua sebanyak 15 orang bersama potensi SAR 40 orang akan menyusul dengan perlengkapan drone dan kendaraan operasional,” ujarnya.
Daftar Penumpang dan Awak Pesawat
Data sementara menyebutkan pesawat mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.
– Kru: Kapten Andy Dahananto, FO Yudha Mahardika, Pilot Latih Sukardi, Petugas Operasi Hariadi, Teknisi Franky D. Tanamal, Junaidi, serta pramugari Florencia Lolita dan Esther Aprilita.
– Penumpang: Deden, Ferry, dan Yoga.
Gunung Bulusaraung dikenal sebagai kawasan wisata alam dengan jalur pendakian yang cukup ramai. Lokasi ini memiliki kontur hutan lebat dan tebing curam, sehingga menyulitkan proses pencarian. Warga sekitar Leang-Leang, Maros, menyebut sempat mendengar suara dentuman keras sebelum kabar hilang kontak beredar.
ATR 400 merupakan pesawat turboprop buatan Prancis-Italia yang biasa digunakan untuk penerbangan jarak menengah. Indonesia Air Transport mengoperasikan pesawat ini untuk rute domestik. Kasus hilang kontak pesawat di Sulawesi Selatan terakhir terjadi pada 2007, ketika Adam Air mengalami kecelakaan di perairan Majene.
Hingga kini, investigasi masih berlangsung. Basarnas bersama TNI-Polri terus melakukan pencarian di titik koordinat yang diberikan AirNav. Pemerintah meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

