Berita ViralHukum & KriminalPeristiwaSPN TV

Pengemudi Ojol Tewas Usai Dilindas Rantis Brimob, Presiden Prabowo Perintahkan Investigasi Transparan

Sulutplus.News - 

×

Pengemudi Ojol Tewas Usai Dilindas Rantis Brimob, Presiden Prabowo Perintahkan Investigasi Transparan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ojol di Lindas Rantis Brimob
Ilustrasi Ojol di Lindas Rantis Brimob

SULUT PLUS – Seorang pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan (21), meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Jalan Penjernihan I, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025).

Kronologi Kejadian

Insiden berawal ketika massa demonstran  menuntut pembubaran DPR memadati area di Jalan Penjernihan I, tepat di depan Rumah Susun Bendungan Hilir.

Menurut sejumlah saksi, situasi mulai memanas sekitar pukul 20.30 WIB ketika aparat melakukan upaya pembubaran dengan rantis.

Affan, yang saat itu sedang melintas mengantar pesanan terlindas rantis saat mencoba menghindari kerumunan.

Baca Juga:  Kronologi Penyelundupan Sianida Filipina di Sitaro: Satu ABK Tewas, Bos Besar Diburu

Sosok Korban

Affan Kurniawan dikenal sebagai pekerja lepas yang aktif sebagai pengemudi Ojol sejak 2022.

Ia tinggal bersama orang tua dan dua adiknya di Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat.

Rekan-rekan sejawat menyebut almarhum sebagai sosok pekerja keras dan tidak pernah terlibat aksi demonstrasi.

Pernyataan Presiden

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui video pada Jumat pagi (29/8/2025), Presiden Prabowo menyatakan keprihatinannya.

“Saya terkejut dan kecewa. Petugas yang bertindak di luar ketentuan akan ditindak sesuai hukum,” ujarnya.

Baca Juga:  Kronologi Pembunuhan di Kost Sinindian yang Tewaskan Warga Kotobangon

Presiden juga memastikan pemerintah akan memberikan perhatian kepada keluarga korban, baik dalam bentuk dukungan finansial maupun psikologis.

Respons Publik dan Komunitas Ojol

Peristiwa ini memicu gelombang solidaritas dari komunitas pengemudi ojol di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Utara.

Salah seorang pengemudi ojol di Manado, Yudi Luntungan, menyebut insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja informal.

“Kami berharap ada prosedur yang lebih manusiawi saat pengamanan aksi,” katanya.

Ia berharap, peristiwa yang menimpa Affan diusut tuntas. “Harus diusut, apalagi dalam video viral terlihat seperti disengaja,” tegas Yudi.

Baca Juga:  Kapolres Kotamobagu Sidak Penampilan Personel, Tegaskan Profesionalisme Polri

Proses Investigasi

Kepolisian memastikan bahwa peristiwa ini sedang ditangani secara hukum. Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul, menyatakan bahwa tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang bertugas saat kejadian telah diperiksa.

“Saat ini sejumlah personel sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya di Jakarta, Kamis malam (28/8/2025)

Ketujuh anggota yang diperiksa berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Braka Y, dan Braka J. (*)