Berita ManadoBerita EkbisBerita Utama

UMP Sulut Urutan 5 Se-Indonesia, Segini Jumlahnya

×

UMP Sulut Urutan 5 Se-Indonesia, Segini Jumlahnya

Sebarkan artikel ini
UMP Sulut
UMP Sulut

SulutPlus.News, Manado – Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Utara (Sulut) salah satu yang tertinggi di Indonesia. Bahkan tahun 2025 ini, UMP Sulut masuk dalam urutan 5 besar se-Indonesia.

Dengan posisi ini, Sulawesi Utara berada sejajar dengan provinsi-provinsi yang selama ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi, seperti DKI Jakarta (Rp5.396.961), Papua Selatan (Rp4.285.850), Papua (Rp4.285.850), dan Papua Tengah (Rp4.285.848).

Data BPS

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, UMP Sulut berjumlah Rp3.795.575. Dengan jumlahnya begitu, menunjukkan harusnya lebih meningkatnya biaya hidup dan standar penghidupan layak di Bumi Nyiur Melambai.

Baca Juga:  Pengamat Ekonomi Energi UGM: Penambangan Nikel di Raja Ampat Timbulkan Kerugian Ratusan Triliun

Lonjakan UMP ini mencerminkan dua sisi mata uang: di satu sisi, memberi harapan bagi pekerja untuk hidup lebih layak, namun di sisi lain, menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan biaya operasional.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Utara tampil cukup mencolok. UMP-nya jauh lebih tinggi dibanding provinsi tetangga seperti Gorontalo (Rp2.731.710), Maluku (Rp3.141.210), Sulawesi Tengah (Rp2.995.010), dan Sulawesi Tenggara (Rp3.073.592). Artinya, Sulut semakin memperkuat posisinya sebagai wilayah yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan buruh.

Baca Juga:  Tahlis Gallang Jabat Plt Asisten 2 Pemprov Sulut

Namun demikian, kenaikan UMP bukan sekadar angka nominal. UMP harus dibaca dalam konteks daya beli, inflasi lokal, serta kualitas layanan dasar. Jika kenaikan upah tidak dibarengi dengan kontrol harga bahan pokok dan layanan publik, maka daya beli masyarakat tidak akan meningkat secara nyata.

Lebih dari itu, tingginya UMP juga dapat menjadi stimulus bagi kualitas tenaga kerja. Dengan kompensasi yang lebih baik, harapannya sektor industri, jasa, dan pariwisata akan mampu menarik lebih banyak tenaga kerja terampil dan profesional. Efek domino-nya adalah peningkatan produktivitas regional dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Mengapa Peringatan Hari Ibu Nasional dan Internasional Berbeda? Ini Jawabannya

Sulawesi Utara kini menghadapi momentum penting. Setelah melesat di indeks pembangunan manusia dan kini mencatatkan UMP yang kompetitif, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara perlindungan buruh dan iklim investasi yang sehat. Investasi pada pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan digital, serta pemberdayaan UMKM akan menjadi kunci agar UMP tinggi ini benar-benar berbuah kesejahteraan kolektif.(*)