Hukum & Kriminal

Misteri Kematian Notaris Sidah Alatas di Sungai Citarum

Sulutplus.News - 

×

Misteri Kematian Notaris Sidah Alatas di Sungai Citarum

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Korban Ditemukan Di Sungai Citarum, Bekasi
Ilustrasi Korban Ditemukan Di Sungai Citarum, Bekasi. (Foto: Istock)

Sulutplus.news – Kematian tragis Sidah Alatas (60), seorang notaris senior asal Bogor, menyisakan duka dan misteri.

Pasalnya, ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Sungai Citarum, Bekasi, dengan tubuh terikat batu.

Kasus ini tidak hanya mengguncang dunia hukum, tetapi juga membuka tabir kelam tentang kejahatan yang melibatkan orang-orang terdekat.

Kronologi Hilangnya Sidah Alatas

Pada Senin, 1 Juli 2025, Sidah Alatas dilaporkan hilang oleh keluarganya. Menurut keterangan warga sekitar, Sidah dikenal sebagai sosok pekerja keras yang kerap berangkat kerja sejak subuh.

Baca Juga:  Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Dua Tahun Terakhir Capai 1.234 Jiwa, Berikut Rinciannya

Pada hari itu, ia meninggalkan rumah seorang diri menggunakan mobil Honda Civic putih bernomor polisi F 1573 ABO dan tidak pernah kembali.

Selang tiga hari, tepatnya Kamis,3 Juli 2025, jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Citarum oleh seorang warga Kedungwaringin, Bekasi.

Traginya, saat ditemukan tubuhnya dalam kondisi terikat batu di bagian kaki, wajahnya sulit dikenali, dan terdapat luka-luka yang diduga akibat kekerasan.

Penangkapan dan Penetapan Tersangka

Penyelidikan cepat dilakukan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Baca Juga:  "Stel Jago" Ancungkan Sajam ke Warga Minsel, Nasib Pemuda Mobuya Berakhir Seperti Ini

Dalam penyelidikan, Polda Metro Jaya mengamankan enam orang, tiga di antaranya ditetapkan sebagai terasangka.

“Untuk sementara dugaannya tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” kata Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dikutip dari CNN.

Tiga orang lainnya masih diperiksa intensif terkait dugaan keterlibatan dalam menyembunyikan barang hasil kejahatan atau memberikan bantuan kepada pelaku utama.

Motif Kejahatan: Mobil Jadi Sasaran

Dari hasil penyidikan awal, diketahui bahwa motif utama para pelaku adalah pencurian kendaraan milik korban.

“Satu dari tiga tersangka merupakan sopir korban. Ini masih terus dilakukan pendalaman”.

Baca Juga:  Polda Diminta Tutup PETI Milik Norma Makalalag di Perkebunan Salak Tobongon 

Proses Identifikasi dan Autopsi

Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

“Jenazah itu kita amankan Kamis siang ke sore, dibawa ke rumah sakit Kramat Jati, habis itu sudah dibawa sama keluarga untuk dimakamkan,” jelas AKBP Agta Bhuwana Putra dari Polres Metro.

Untuk pengumuman resmi, polisi masih menunggu hasil autopsi. “Tunggu hasil autopsi, saya belum dapat takutnya nanti salah analisa,” ujar Agta.***