JAKARTA – Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku mencatat sejarah baru di industri perfilman Indonesia.
Dalam 28 hari penayangan, film arahan Muhadkly Acho ini berhasil meraih 9.218.660 penonton, melampaui capaian film pertamanya yang rilis pada 2024.
Pencapaian ini terjadi tepat di momentum libur Natal dan Tahun Baru, periode yang dikenal sebagai puncak kunjungan penonton bioskop.
Film tayang di jaringan bioskop nasional, dengan dominasi penonton di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
Menurut pengamat film lokal, tingginya antusiasme publik dipicu oleh humor khas Agak Laen, strategi promosi digital yang masif, serta momentum liburan panjang.
Film ini berhasil menjaga tren penonton stabil dengan distribusi luas dan strategi tayang bersamaan dengan blockbuster internasional seperti Avatar: Fire and Ash.
Persaingan Ketat: Meski melaju kencang, Agak Laen: Menyala Pantiku harus bersaing dengan film horor lokal Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel dan film Hollywood berbiaya besar.
Potensi Rekor Baru: Dengan selisih hanya 842.373 penonton dari KKN di Desa Penari (2022), peluang menyalip posisi kedua masih terbuka lebar.
Industri Perfilman: Keberhasilan ini menunjukkan kebangkitan film komedi Indonesia di tengah dominasi genre horor dan animasi.

