JAKARTA – Bisnis minuman teh buah Menantea milik konten kreator Jerome Polin dan sang kakak, Jehian Sijabat, resmi akan menghentikan seluruh kegiatan operasional pada Sabtu 23/4/2026).
Keputusan ini diambil setelah terbongkarnya kasus penipuan internal yang menyebabkan kerugian hingga Rp38 miliar.
Penutupan tersebut diumumkan menyusul hasil audit yang mengungkap adanya penggelapan dana oleh oknum mitra bisnis yang memegang kendali operasional dan keuangan.
Oknum tersebut diduga memalsukan laporan keuangan sejak awal berdirinya Menantea, sehingga pemilik tidak menyadari adanya aliran dana ke rekening pribadi.
Kasus ini mencuat ke publik setelah akun X @Makaryo0 pada Oktober 2025 mengungkap modus penipuan yang dilakukan dengan laporan keuangan palsu.
Jerome Polin kemudian mengonfirmasi melalui unggahan Instagram Story bahwa dirinya dan Jehian harus menutupi kerugian operasional dengan dana pribadi hingga Rp10 miliar.
Meski kerugian mencapai puluhan miliar, Jerome menyatakan belum membawa kasus ini ke jalur hukum karena biaya audit forensik yang tinggi serta keterbatasan waktu.
Ia juga menyinggung bahwa oknum tersebut pernah terlibat kasus serupa yang menimpa almarhum komedian Babe Cabita.
Dalam pernyataan resmi, manajemen Menantea mengakui adanya kelemahan dalam riset latar belakang mitra dan pengawasan keuangan sejak awal.
Sebagai bentuk transisi menuju penutupan, Menantea menggelar Clearance Sale dengan harga Rp10 ribu per produk untuk mendukung mitra yang masih bertahan.
Langkah penghentian operasional ini sekaligus menandai berakhirnya kontrak kemitraan terakhir yang jatuh pada November 2025.
Jerome dan Jehian menutup perjalanan lima tahun Menantea dengan permohonan maaf terbuka kepada mitra dan pelanggan atas segala kekecewaan yang terjadi.

