Berita KotamobaguBerita Politik

Tidar Kotamobagu Tolak Rencana Budi Arie Bergabung ke Gerindra

×

Tidar Kotamobagu Tolak Rencana Budi Arie Bergabung ke Gerindra

Sebarkan artikel ini
Ketua PC Tidar Kotamobagu, Irvan Manggo (kiri), menyuarakan penolakan terhadap rencana bergabungnya Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi (kanan) ke Partai Gerindra. Irvan menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan semangat kaderisasi dan perjuangan ideologis partai di tingkat daerah.
Ketua PC Tidar Kotamobagu, Irvan Manggo (kiri), menyuarakan penolakan terhadap rencana bergabungnya Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi (kanan) ke Partai Gerindra. Irvan menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan semangat kaderisasi dan perjuangan ideologis partai di tingkat daerah.

KOTAMOBAGU, SulutPlus.news – Rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan Partai Gerindra menuai penolakan dari organisasi sayap muda Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kotamobagu.

Penolakan ini disampaikan langsung oleh Ketua PC Tidar Kotamobagu, Irvan Manggo, yang menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan semangat kaderisasi partai.

Irvan menegaskan bahwa Gerindra dibangun dari militansi kader dan pengorbanan panjang di akar rumput.

Baca Juga:  Adrianus Mokoginta Dukung Penuh Keputusan Ketum Megawati Pertahankan Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDI Perjuangan

Menurutnya, masuknya figur yang selama ini identik dengan partai lain berpotensi melemahkan semangat kader daerah.

Irvan menambahkan, setiap kader Gerindra telah melalui proses panjang sejak awal berdirinya partai. Karena itu, pemberian “karpet merah” kepada tokoh eksternal dianggap tidak adil bagi kader yang sudah berjuang.

“Kami menghargai niat Budi Arie sebagai tokoh nasional, tetapi proses masuk ke Gerindra harus menghormati perjuangan kader dari bawah. Jangan sampai keputusan pusat melemahkan semangat kader daerah,” ujar Irvan Manggo.

Baca Juga:  Ishak Sugeha Siap Serap dan Kawal Aspirasi Masyarakat

Meski demikian, Tidar Kotamobagu menegaskan tetap solid mendukung kebijakan partai yang berpihak pada kaderisasi dan penguatan struktur organisasi.

Irvan berharap DPP Gerindra mempertimbangkan aspirasi daerah sebelum mengambil keputusan final.

Penolakan ini mencerminkan dinamika politik di Sulawesi Utara, di mana loyalitas kader terhadap partai dianggap sebagai modal utama dalam menjaga konsistensi ideologi.

Baca Juga:  Calon Ketua PDI Perjuangan Tomohon: Tiga Nama Dikirim ke Pusat, Caroll Senduk Menguat

Gerindra di daerah dikenal memiliki basis kuat di kalangan pemuda dan akar rumput, sehingga isu masuknya tokoh eksternal menjadi sensitif.

Budi Arie Setiadi dikenal sebagai tokoh nasional yang sebelumnya memimpin relawan Projo, organisasi pendukung Presiden Joko Widodo. (*)