Berita BolmongBerita Bolmong RayaBerita Politik

Tak Kunjung Ditindaklanjuti PU Provinsi, Sulhan Manggabarani Kerahkan Excavator Perbaiki Irigasi Persawahan Warga yang Jebol

Sulutplus.News - 

×

Tak Kunjung Ditindaklanjuti PU Provinsi, Sulhan Manggabarani Kerahkan Excavator Perbaiki Irigasi Persawahan Warga yang Jebol

Sebarkan artikel ini
Sulhan Manggabarani bersama dengan warga memperbaiki irigasi persawahan yang jebol dengan Excavator
Sulhan Manggabarani bersama dengan warga memperbaiki irigasi persawahan yang jebol dengan Excavator

Bolmong – Kepedulian Wakil Ketua DPRD Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulhan Manggabarani terhadap petani di Kecamatan Sangtombolang, patut diacungi jempol.

Politisi Partai Golkar tersebut, rela mengeluarkan uang untuk mengarahkan excavator demi memperbaiki irigasi persawahan warga yang jebol.

“Hari ini kerusakan saluran irigasi sudah diperbaiki oleh petani di empat desa yang dipimpin langsung Pak Sulhan Manggabarani dengan bentuan excavator,” kata Kepala Desa Cempaka, Ronal Hasan, Selasa, 10 Juni 2025.

Baca Juga:  Pemkab Bolmong Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan

Ronal mengungkapkan, saluran irigasi yang jebol sudah berulang kali diusulkan untuk diperbaiki ke Dinas PU Provinsi Sulut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Sulut.

Namun sampai kini belum ada tindaklanjut yang konkret dari dinas terkait terkait permohonan tersebut. “Sempat datang mengukur dan tidak pernah diperbaiki,” ungkap Ronal.

Baca Juga:  Bupati Bolmong Hadiri Upacara Peringatan ke-80 Tahun Peristiwa Merah Putih 

Sementara itu, Sulhan Manggabarani menyesali sikap PU Provinsi Sulut yang tidak memberikan solusi untuk lahan pertanian di Bolmong.

“Di tengah keseriusan pemerintah dalam menggenjot sektor pertanian, kami berharap ada perhatian yang seimbang dari pemerintah Provinsi Sulut untuk memenuhi kendala yang dihadapi para petani,” tegas Sulhan.

Baca Juga:  Terkait Politik Praktis: Pj Bupati Bolmong Ingatkan ASN Jangan Bermain Api

Diketahui, akibat irigasi jebol, hampir dua bulan persawahan yang berada di empat desa, yakni Desa Cempaka, Desa Ayong, Desa Babo dan Desa Bumbung, tidak mendapat suplai air.

Sehingga membuat pertumbuhan padi menjadi terganggu dan membuat dampak serius bagi para petani yang terancam gagal panen.***