MIANGAS – Mengakhiri rangkaian perjalanan internasional pasca-KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja strategis ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (9/5/2026).
Kunjungan ke titik utara paling ujung Indonesia ini menjadi momentum krusial bagi evaluasi kedaulatan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyoroti kondisi fasilitas publik yang dinilai tertinggal jauh dibandingkan wilayah perkotaan, terutama pada sektor kesehatan dan kesejahteraan nelayan.
Fokus utama Presiden dalam kunjungan ini tertuju pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Miangas.
Dalam “sidak” tersebut, ditemukan fakta bahwa bangunan fasilitas kesehatan dasar tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh selama beberapa dekade.
“Saya tadi lihat beberapa titik di Puskesmas ini. Menteri Kesehatan membisikkan bahwa fasilitas ini belum pernah diperbaiki secara total sejak zaman Pak Harto,” ungkap Presiden Prabowo dengan nada prihatin.
Merespons temuan tersebut, Presiden langsung menginstruksikan langkah darurat nasional:
Revitalisasi Total: Perbaikan fisik bangunan Puskesmas yang sudah tidak layak.
Pemerataan Standar: Memastikan Puskesmas di wilayah terluar memiliki standar fasilitas yang sama dengan di Jakarta.
Penyediaan Alkes: Modernisasi alat kesehatan guna menangani kasus darurat tanpa harus selalu merujuk ke daratan utama yang memakan waktu perjalanan laut berjam-jam.
Selain kesehatan, Presiden Prabowo membawa misi ekonomi melalui rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Mengingat letak geografis Miangas yang dikelilingi laut lepas, presiden menekankan bahwa kedaulatan pangan dimulai dari kesejahteraan nelayan perbatasan.
Membangun fasilitas gudang pendingin agar hasil tangkapan nelayan Miangas bisa bertahan lama dan memiliki nilai ekspor.
Modernisasi Armada: Bantuan kapal nelayan yang lebih kuat untuk menghadapi ombak besar di wilayah perbatasan Filipina-Indonesia.
Tak hanya infrastruktur fisik, Presiden Prabowo menegaskan bahwa anak-anak di Miangas tidak boleh tertinggal secara intelektual.
Ia menjanjikan pemasangan panel pembelajaran digital dan akses internet gratis di sekolah-sekolah setempat sebagai bagian dari program percepatan pemerataan pendidikan digital nasional.
“Saya bersyukur bisa melihat langsung kondisi di Miangas. Kita tidak boleh membiarkan warga kita di sini merasa dianaktirikan. Perbaikan harus dimulai segera,” pungkas Presiden sebelum menutup rangkaian kunjungannya dengan berjoget ‘Tabola Bale’ bersama warga setempat, mencairkan suasana protokoler yang kaku menjadi momen keakraban emosional.








