JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengawali tahun 2026 dengan performa keuangan yang impresif.
Emiten tambang terkemuka ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang kuartal pertama (Q1) tahun ini, didorong oleh efisiensi operasional dan penguatan di segmen jasa pertambangan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), ADRO mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 128,14 juta.
Angka ini melejit 67,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) yang tercatat sebesar US$ 76,70 juta.
Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan yang tumbuh 23,40% (yoy) menjadi US$ 470,91 juta.
Sebagai perbandingan, pada Q1-2025, perusahaan mengantongi pendapatan sebesar US$ 381,62 juta.
Sektor pertambangan tetap menjadi mesin utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar US$ 266,46 juta, atau naik tajam 33,97%.
Tidak hanya itu, lini jasa pertambangan juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 15,30% mencapai US$ 229,46 juta.
Pertumbuhan yang merata di berbagai segmen menunjukkan strategi diversifikasi dan ketahanan operasional ADRO di tengah dinamika pasar komoditas global awal tahun ini.
Salah satu poin krusial dalam laporan keuangan kali ini adalah kemampuan ADRO menekan laju beban pokok pendapatan.
Meski pendapatan naik 23%, beban pokok hanya meningkat tipis 7,77% menjadi US$ 292,35 juta. Keberhasilan manajemen dalam menjaga efisiensi ini membuat laba bruto meroket 61,83% menjadi US$ 178,56 juta.
Selain efisiensi internal, laba sebelum pajak perusahaan juga terdongkrak oleh hasil investasi pada ventura bersama.
Keuntungan neto dari sektor ini melesat secara fenomenal sebesar 939,09%, dari US$ 2,43 juta pada tahun lalu menjadi US$ 25,25 juta pada Q1-2026.
Hingga akhir Maret 2026, posisi neraca ADRO tampak semakin sehat. Total aset perusahaan tercatat sebesar US$ 7,19 miliar, meningkat 5,43% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar US$ 6,82 miliar.
Kinerja fundamental yang solid ini memberikan sinyal positif bagi para investor di pasar modal, terutama di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi akan mengalami konsolidasi dalam waktu dekat.


