Berita Olahraga

Ambisi Manny Pacquiao di Usia 46 Tahun, Lawan Mario Barrios demi Sebuah Catatan Sejarah

×

Ambisi Manny Pacquiao di Usia 46 Tahun, Lawan Mario Barrios demi Sebuah Catatan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Manny Pacquiao Petinju Asal Filipina Berusia 46 Tahun
Manny Pacquiao Petinju Asal Filipina Berusia 46 Tahun

Sulutplus.news – Di usia 46 tahun, Manny Pacquiao kembali naik ring tinju untuk melawan juara WBC kelas welter, Mario Barrios.

Keputusan ini diambil Pacquiao bukan sekadar mencari sensasi belaka, tapi ia punya misi khusus dalam sejarah tinju dunia.

Dalam wawancaranya, petinju dengan julukan Pacman mengaku tinju adalah hasrat dirinya. Untuk itu, ia menantang Mario Barrios demi sebuah catatan sejarah dalam dunia tinju.

Ambisi Pacquiao

Pacquiao tidak kembali hanya untuk satu laga perpisahan. Ia akan menghadapi Mario Barrios, juara WBC kelas welter, dalam pertarungan yang dijadwalkan di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas.

Baca Juga:  Melaju ke Ronde Empat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Berikut Calon Lawan Timnas Indonesia

Jika menang, Pacquiao akan menjadi petinju pertama yang meraih gelar dunia setelah masuk Hall of Fame, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bagi Pacquiao, ini bukan soal uang atau popularitas. Ini tentang membuktikan bahwa semangat juang tidak pernah mati.

Ia ingin menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Pacquiao menyadari bahwa tubuhnya tidak sekuat dulu. Namun ia telah mempersiapkan diri dengan latihan intensif, termasuk sparring hingga 30 ronde.

Ia juga mengatur pola pemulihan dengan cermat, termasuk lari di pegunungan dan istirahat terjadwal.

Baca Juga:  UFC 316: Joosang Yoo Hanya Butuh 30 Detik Tumbangkan Jeka Saragih

“Yang terpenting adalah pemulihan,” ujar Sean Gibbons, promotor sekaligus sahabat Pacquiao dikutip dari ESPN.

“Kami fokus pada kualitas latihan, bukan kuantitas.”

Dari Filipina Menjadi Legenda Tinju Dunia

Pacquiao memulai karier profesionalnya pada tahun 1995. Namun titik baliknya terjadi pada tahun 2001, saat ia bertemu pelatih legendaris Freddie Roach.

Dalam waktu singkat, keduanya membentuk ikatan yang mengubah arah karier Pacquiao.

Pertarungan melawan Lehlo Ledwaba menjadi debut gemilangnya di panggung tinju Amerika, membuka jalan menuju 12 gelar dunia di delapan kelas berbeda.

Baca Juga:  Japan Open 2025: Baru Pulih Cedera, Anthony Sinisuka Ginting Bertemu Kodai Naraoka

Terlepas dari hasil pertarungan nanti, warisan Pacquiao dalam dunia tinju sudah tak terbantahkan.

Ia adalah satu-satunya petinju yang meraih gelar di delapan divisi berbeda. Ia telah menginspirasi jutaan orang, terutama di Filipina, untuk bermimpi besar dan bekerja keras.

Kembalinya Pacquiao ke ring bukan hanya tentang kemenangan. Ini adalah perayaan semangat, dedikasi, dan cinta terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya.***