Internasional

Donald Trump Resmi Labeli Kartel Venezuela Teroris, Maduro Terlibat 

×

Donald Trump Resmi Labeli Kartel Venezuela Teroris, Maduro Terlibat 

Sebarkan artikel ini
Kapal induk USS Gerald R. Ford milik Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar di Laut Karibia, menunjukkan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan menyusul penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris.
Kapal induk USS Gerald R. Ford milik Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar di Laut Karibia, menunjukkan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan menyusul penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris.

SulutPlus.news – Pemerintahan Presiden Donald Trump melalui Departemen Luar Negeri AS pada 24 November 2025 resmi memasukkan Cartel de los Soles atau Kartel Matahari ke daftar organisasi teroris asing (FTO).

Washington menuding jaringan ini dikendalikan langsung oleh Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan sejumlah pejabat tinggi militer.

Penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris dilakukan AS dengan alasan kelompok tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba lintas benua dan aksi kekerasan bermotif teror.

Baca Juga:  Update Terbaru Jumlah Korban Akibat Perang Israel Vs Iran

Tokoh utama yang dituding adalah Presiden Nicolás Maduro bersama pejabat militer Venezuela.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut jaringan ini berkolaborasi dengan kelompok kriminal lain seperti Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa.

“Cartel de los Soles adalah jaringan kriminal yang dipimpin Maduro dan bertanggung jawab atas perdagangan narkoba ke AS dan Eropa,” kata Rubio.

Baca Juga:  Ketahuan Judol dan Terorisme, Masyarakat Tidak Dapat Bansos Pemerintah

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar global, dan ketegangan dengan AS berpotensi mengganggu pasokan energi.

“AS hanya ingin menguasai minyak, gas, emas, dan bauksit Venezuela tanpa imbalan apa pun,” terang Delcy Rodriguez, Menteri Perminyakan Venezuela.

Istilah Cartel de los Soles pertama kali muncul pada 1990-an untuk menyebut perwira militer Venezuela yang diduga terlibat korupsi dan perdagangan narkoba.

Baca Juga:  Perederan Sabu Seberat 6,95 Gram Menuju Bitung Digagalkan Polres Kotamobagu

Kini, istilah tersebut digunakan Washington untuk menekan rezim Maduro, meski Caracas menolak keberadaan kartel itu dan menyebut tuduhan AS sebagai “narasi palsu”.***