SulutPlus.news – Pemerintahan Presiden Donald Trump melalui Departemen Luar Negeri AS pada 24 November 2025 resmi memasukkan Cartel de los Soles atau Kartel Matahari ke daftar organisasi teroris asing (FTO).
Washington menuding jaringan ini dikendalikan langsung oleh Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan sejumlah pejabat tinggi militer.
Penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris dilakukan AS dengan alasan kelompok tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba lintas benua dan aksi kekerasan bermotif teror.
Tokoh utama yang dituding adalah Presiden Nicolás Maduro bersama pejabat militer Venezuela.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut jaringan ini berkolaborasi dengan kelompok kriminal lain seperti Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa.
“Cartel de los Soles adalah jaringan kriminal yang dipimpin Maduro dan bertanggung jawab atas perdagangan narkoba ke AS dan Eropa,” kata Rubio.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar global, dan ketegangan dengan AS berpotensi mengganggu pasokan energi.
“AS hanya ingin menguasai minyak, gas, emas, dan bauksit Venezuela tanpa imbalan apa pun,” terang Delcy Rodriguez, Menteri Perminyakan Venezuela.
Istilah Cartel de los Soles pertama kali muncul pada 1990-an untuk menyebut perwira militer Venezuela yang diduga terlibat korupsi dan perdagangan narkoba.
Kini, istilah tersebut digunakan Washington untuk menekan rezim Maduro, meski Caracas menolak keberadaan kartel itu dan menyebut tuduhan AS sebagai “narasi palsu”.***




