Berita Kotamobagu

Siasat Anggaran, PUPR Kotamobagu Bagi Perbaikan Jalan Zakaria Imban Tiga Segmen

×

Siasat Anggaran, PUPR Kotamobagu Bagi Perbaikan Jalan Zakaria Imban Tiga Segmen

Sebarkan artikel ini
Petugas dari Dinas PUPR Kota Kotamobagu saat melakukan pengaspalan dan perbaikan teknis di salah satu segmen Jalan Zakaria Imban, Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Petugas dari Dinas PUPR Kota Kotamobagu saat melakukan pengaspalan dan perbaikan teknis di salah satu segmen Jalan Zakaria Imban, Kotamobagu, Sulawesi Utara. Foto: Dinas PUPR Kotamobagu

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mempercepat proyek rekonstruksi dan rehabilitasi berkala pada ruas Jalan Zakaria Imban sepanjang 1,2 kilometer.

Guna menyiasati keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dinas PUPR menerapkan strategi penanganan berlapis secara bertahap yang dibagi ke dalam tiga segmen utama berdasarkan tingkat kerusakan jalur fisik di lapangan.

Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan mobilitas warga yang menghubungkan kawasan ekonomi dan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kota Kotamobagu, Claudy N. Mokodongan, mengungkapkan bahwa proyek yang membentang dari kawasan Jembatan Molinow hingga area Lapangan Pooyowa Kecil ini memerlukan pendekatan teknis yang berbeda di setiap titiknya agar hasil akhir dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Pemdes Poyowa Besar Satu Bangun WC untuk kebutuhan Masyarakat Kurang Mampu

Berikut adalah rincian teknis pembagian tiga segmen pengerjaan yang sedang berlangsung:

Segmen I (Depan MTs Negeri 2 Kotamobagu): 

Fokus pada area rawan genangan dan penurunan permukaan sepanjang 120 meter.

Kontraktor melakukan peninggian elevasi (muka jalan) terlebih dahulu agar sejajar dan rata, kemudian ditutup dengan pengaspalan menyeluruh.

Segmen II (Lapangan Pooyowa Kecil – Simpang Tiga Brawijaya): 

Pengaspalan penuh sepanjang 260 meter di Kelurahan Mongondow untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan berkendara di persimpangan utama.

Segmen III (Area Kerusakan Sedang): 

Penanganan sisa jalan sepanjang 820 meter menggunakan metode patching (penambalan lubang) secara selektif pada titik-titik yang dinilai membahayakan pengendara roda dua dan roda empat.

“Penanganan di depan MTs dilakukan dengan penambahan elevasi muka jalan agar lebih rata dan aman dilalui, kemudian dilanjutkan lapis permukaan aspal secara keseluruhan,” ujar Claudy N. Mokodongan saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan, Pemdes Poyowa Besar Satu Serahkan Bantuan Perlengkapan Las untuk Warga

Kebijakan membagi proyek menjadi beberapa segmen ini merupakan potret nyata bagaimana pemerintah daerah melakukan manajemen risiko fiskal.

Alih-alih menunda perbaikan total karena menunggu anggaran besar turun, Dinas PUPR memilih metode skala prioritas agar fungsi jalan sebagai urat nadi perekonomian lokal tidak lumpuh.

Jalan Zakaria Imban bukan sekadar jalur penghubung biasa. Jalur ini merupakan akses harian bagi ratusan siswa MTs Negeri 2 Kotamobagu serta jalur distribusi komoditas masyarakat antar-kelurahan.

Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama dinilai berpotensi meningkatkan angka kecelakaan kerja dan menghambat laju inflasi daerah akibat tersendatnya distribusi barang.

Baca Juga:  Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 Polres Kotamobagu Diwarnai Defile Pasukan

Menyadari bahwa proses pengaspalan dan mobilisasi alat berat memicu penyempitan jalur serta debu, pihak Dinas PUPR menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat pengguna jalan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan saat melintas di lokasi pekerjaan dan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati berkendara serta memperhatikan rambu-rambu peringatan yang telah dipasang,” tambah Claudy.

Molinow–Mongondow disarankan untuk berangkat lebih awal atau mencari rute alternatif selama jam masuk dan pulang sekolah guna menghindari potensi penumpukan kendaraan di sekitar area kerja.

Proyek ini ditargetkan rampung tepat waktu demi mendongkrak keselamatan transportasi dan produktivitas warga Kotamobagu secara berkelanjutan.