Berita BolmutBerita Politik

Kursi Ketua DPRD Bolmut Goyang, Frangky Chendra Terancam Diganti?

×

Kursi Ketua DPRD Bolmut Goyang, Frangky Chendra Terancam Diganti?

Sebarkan artikel ini
Peta politik PDIP Bolmut bergeser, kursi Ketua DPRD diperebutkan tiga nama. Frangky Chendra terancam tergeser, menanti restu DPP.
Peta politik PDIP Bolmut bergeser, kursi Ketua DPRD diperebutkan tiga nama. Frangky Chendra terancam tergeser, menanti restu DPP. Sulutplus/dokumen

BOROKO – Peta kekuatan politik di internal PDI Perjuangan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mulai menunjukkan dinamika baru.

Posisi Frangky Chendra sebagai Ketua DPRD kini berada di ujung tanduk menyusul pengusulan nama-nama baru ke tingkat pusat.

Dalam rapat pleno yang digelar DPC PDIP Bolmut pada Selasa (28/04/2026), muncul tiga nama kuat yang direkomendasikan untuk menduduki kursi pimpinan parlemen.

Baca Juga:  WTP Diraih Pemkot tak Lepas dari Peran DPRD Kotamobagu

Ketiga nama tersebut adalah: Abdul Zamad Lauma, Dewi Astuti Mondo, dan Frangky Chendra (Petahana).

Ketua DPC PDIP Bolmut, Amin Lasena, mengonfirmasi bahwa usulan ini telah diteruskan secara berjenjang melalui DPD Provinsi Sulawesi Utara menuju Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta.

“Posisi Ketua DPRD saat ini masih dipegang Frangky Chendra, namun bisa berubah tergantung keputusan DPP. Kami di daerah bersifat menunggu mandat resmi dari Ibu Ketua Umum,” ujar Amin Lasena saat ditemui di Boroko.

Baca Juga:  Tatong Bara: PAN ke NasDem, Kini PSI

Menunggu “Restu” Megawati

Amin menegaskan bahwa seluruh kader wajib patuh pada keputusan final yang ditandatangani oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Ia juga mengimbau agar tidak ada faksi-faksi yang saling bergesekan di internal partai selama masa tunggu ini.

Baca Juga:  PDIP Melesat di Tangan Amin Lasena: Dua Kali Menang Pemilu, Jawara Pilkada 2024

Secara politik, reposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) merupakan hal lumrah untuk penyegaran organisasi.

Namun, masuknya nama Abdul Zamad dan Dewi Mondo sebagai penantang petahana mengindikasikan adanya evaluasi kinerja atau strategi jangka panjang partai menjelang kontestasi politik mendatang.