KOTAMOBAGU – Keluarga korban tragedi drag race di Kotamobagu meminta semua pihak menghormati suasana duka dan tidak memanaskan keadaan dengan narasi atau tindakan yang dapat memicu emosi.
Di tengah kehilangan yang masih dirasakan, keluarga mengatakan telah berusaha menerima musibah tersebut dengan tulus dan ikhlas.
Mereka berharap proses berduka dapat dijalani dengan tenang tanpa muncul persoalan baru.
Keluarga menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia, Wali Kota Kotamobagu, Bupati Bolaang Mongondow serta pihak-pihak lain yang telah memberikan perhatian, pendampingan dan bantuan setelah tragedi tersebut.
Menurut keluarga, kepedulian yang diberikan menjadi penguat di tengah kondisi berat yang sedang mereka hadapi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan perhatian, pendampingan dan bantuan. Kami menerimanya dengan tulus dan ikhlas,” ujar pihak keluarga.
Namun, keluarga juga menyampaikan pesan agar tidak ada pihak yang sengaja membangkitkan amarah ataupun memperkeruh suasana.
Keluarga mengaku tidak ingin kehilangan orang yang mereka cintai kemudian berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Mereka meminta agar duka yang sedang diterima tidak dijadikan ruang untuk memancing emosi atau kepentingan tertentu.
“Kami sudah ikhlas. Tolong jangan bangkitkan amarah kami. Jangan membuat luka baru di atas musibah yang sudah kami terima,” demikian pesan keluarga.
Bagi keluarga, kehilangan tersebut sudah menjadi beban yang berat.
Karena itu, mereka berharap masyarakat dan semua pihak dapat memberikan ruang agar keluarga dapat menjalani masa duka tanpa tekanan tambahan.
Keluarga juga menyatakan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka tidak menginginkan adanya provokasi, adu pernyataan maupun tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Sikap tersebut diambil agar suasana tetap kondusif dan keluarga dapat berkonsentrasi menjalani masa duka.
“Yang kami inginkan hanya ketenangan. Kami sudah menerima musibah ini dengan tulus dan ikhlas. Tolong jangan ada yang memanas-manasi kami atau membuat persoalan baru,” ujar keluarga.
Pesan keluarga pada akhirnya sederhana: mereka ingin berduka dengan tenang. Di tengah luka akibat kehilangan, keluarga berharap tidak ada pihak yang menambah beban dengan memancing emosi atau membuka ruang konflik baru.








